Laporkan Masalah

BRAIN-MACHINE INTERFACE NEURALINK DALAM PERSPEKTIF TEORI TIME AND CONSCIOUSNESS HENRI BERGSON

NANDA AMALIA, Prof. Mukhtasar Syamsuddin, Ph.D of Arts

2021 | Skripsi | S1 FILSAFAT

Penelitian "Brain-machine interface Neuralink dalam Perspektif Teori Time and consciousness Henri Bergson" merupakan penelitian yang berisi tentang penyelidik makna brain-machine interface dalam dimensi kesadaran. Brain-machine interface merupakan sebuah neuroteknoogi yang menjadi intrumen untuk menerjemahkan dan memodifikasi sinyal otak secara langsung yang pada awal pengembangannya ditujukan untuk pemulihan sistem saraf. Penelitian tentang sistem brain interface dilakukan sejak tahun 1920-an dengan pengembangan teknologi yang telah dimulai sejak tahun 1970-an. Brain-machine interface Neuralink memiliki paradigma sebagai penyeimbang kekuatan artificial intelligence, yang melebihi kemampuan organik manusia, yang menghubungkan kesadaran terdalam dengan dunia luar. Penelitian ini berusaha memahami bagaimana sistem brain-machine interface Neuralink sebagai instrumen berekspresi. Tujuan penelitian ini adalah: 1) memahami landasan filosofis brain-machine interface Neuralink sebagai representasi mind; dan 2) menganalisa fenomena brain interface Neuralink melalui perspektif teori time and consciousness Henri Bergson. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis kualitatif dengan model penelitian deskriptif-reflektif dengan berfokus pada pokok sentral dan dasariah kesadaran manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hermeneutik filosofis dengan unsur metodis sebagai berikut: 1) deskripsi; 2) interpretasi; 3) holistika; dan 4) refleksi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah: pertama, landasan filosofis brain-machine interface (BMI) Neuralink sebagai representasi mind adalah tentang telaah pikiran tubuh dan konsep elan vital yang terproyeksi dalam pengoperasian teknologi ini. BMI hanya menyediakan fitur-fitur yang memfasilitasi bentuk keacakan ke dalam kognisi, pemeliharaan tujuan, dan penghambatan yang diperlukan, yang terkait dengan upaya kesadaran yang menjadi titik kontak antara tindakan fisik dan wawasan spiritual. Kedua, di dalam teori time and consciousness Henri Bergson, brain-machine interface (BMI) Neuralink dimaknai sebagai media penerjemah dan penghubung prinsip durasi yang dalam hal ini dipahami sebagai realitas kesadaran, di mana tujuan praktis kesadaran dalam pandangan kebutuhan dan aktivitas manusia dioptimalkan dengan adanya teknologi ini. Teknologi ini meruntuhkan keterbatasan bahasa manusia, yang selama ini menjadi salah satu alat fundamental untuk menerjemahkan dan menuangkan keinginan diri terdalam, dalam berinteraksi dengan dunia nyata.

This research which is titled "Brain-machine interface Neuralink dalam Perspektif Teori Time and consciousness Henri Bergson" is a research that contains investigation of the meaning of brain-machine interface in the consciousness dimensions. The brain-machine interface is a neurotechnoogy that becomes an instrument to translate and input signals to the brain directly which at the beginning of its development for restoration of the nervous system. Research on the brain interface system has been carried out since 1920 with technological developments that have been started since 1970. Neuralink's brain-machine interface has a paradigm as a counterweight to the power of artificial intelligence, which exceeds the ability of organic humans, which connects deepest consciousness with the outside world. This research is trying to understand how the Neuralink's brain-machine interface system is an instrument of expression. The aim of this research is: 1) understand the philosophical foundation of the Neuralink's brain-machine interface as a representation of the mind; and 2) analyze the Neuralink's brain interface phenomenon through the perspective of Henri Bergson's time and consciousness theory. This research is a qualitative research with descriptive and reflective research model. The method that is used in this research is philosophical hermeneutics with four methodical element: 1) description; 2) interpretation; 3) holistic; and 4) reflection The result that is discovered in this research is: first, the philosophical foundation of the Neuralink's brain-machine interface (BMI) as a representation of the mind is about the study of the mind-body and vital Elan concepts projected in the operation of this technology. BMI provides only those features which facilitate randomness to form into cognition, the maintenance of purpose, and the necessary inhibitions associated with the effort of consciousness that is the point of contact between physical action and spiritual insight. Second, In Henri Bergson's theory of time and consciousness, Neuralink's brain-machine interface (BMI) is defined as a medium for translating and connecting the duration principle which in this case is understood as the reality of consciousness, where the practical purpose of awareness in view of human needs and activities is optimized by this technology. This technology breaks down the limitations of human language, which has been one of the fundamental tools for translating and expressing one's deepest desires in interacting with the real world.

Kata Kunci : Brain interface, Neuralink, neuroteknologi, consciousness

  1. S1-2021-397389-abstract.pdf  
  2. S1-2021-397389-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-397389-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-397389-title.pdf