Laporkan Masalah

PERILAKU KONSUMSI BERKELANJUTAN: INTEGRASI TEORI PEMODELAN DAN TEORI TEKANAN SOSIAL DENGAN ANALISIS MULTILEVEL � LINTAS LEVEL

RINI KUSWATI, BM. Purwanto, MBA., Ph.D; Bayu Sutikno, Cand. Merc., Ph.D; Bayu Aji Aritejo, MM., MSi., Ph.D.ji

2021 | Disertasi | DOKTOR ILMU MANAJEMEN

Penelitian ini secara umum bertujuan menjelaskan integrasi Teori Identitas Sosial dan Teori Tekanan Sosial pada perilaku konsumsi berkelanjutan. Terdapat beberapa tujuan penelitian secara spesifik sebagai berikut. Pertama, untuk menguji secara empiris apakah perilaku konsumsi berkelanjutan terjadi, baik secara sukarela maupun tidak sukarela. Kedua, untuk menguji perilaku konsumsi berkelanjutan pada individu yang tidak berafiliasi komunitas dengan prediktor faktor personalitas serta faktor eksternal berupa tekanan sosial. Ketiga, apakah perilaku konsumsi berkelanjutan pada individu yang berafiliasi komunitas dan individu yang tidak berafiliasi komunitas secara empiris berbeda ataukah tidak berbeda. Keempat, penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah identitas diri peduli lingkungan memediasi pengaruh faktor personalitas (sikap kepedulian lingkungan, keinovatifan konsumen, hedonisme) dan faktor eksternal (identitas komunitas peduli lingkungan dan kekohesifan) terhadap perilaku konsumsi berkelanjutan. Kelima penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh lintas level antara identitas komunitas peduli lingkungan terhadap perilaku konsumsi berkelanjutan dan pengaruh multilevel antara identitas komunitas peduli lingkungan terhadap identitas diri peduli lingkungan. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Model Linier Berjenjang atau Hierarchical Linier Programming (HLM), Model Persamaan Struktural (Structure Equation Modeling/ SEM) serta Model Regresi Berganda untuk menguji variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel sebesar 475 untuk responden individu afiliasi komunitas dan 450 responden dari individu nonafiliasi komunitas. Total responden dalam penelitian sebesar 925 responden individu. Adapun responden dengan unit analisis komunitas sebanyak 50 komunitas yang tersebar di Provinsi Jawa Tengah dan sekitarnya. Teknik sampling dalam studi ini menggunakan non probability sampling dengan purposive sampling, serta snowball sampling dalam menentukan responden level komunitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku konsumsi berkelanjutan pada individu, baik yang berafiliasi komunitas maupun individu yang tidak berafiliasi komunitas terbukti secara empiris bersifat sukarela. Perilaku individu yang tidak berafiliasi komunitas dan yang berafiliasi komunitas secara empiris berbeda. Pengaruh lintas level tidak terbukti secara signifikan, sementara pengaruh multilevel terbukti secara signifikan. Identitas diri peduli lingkungan secara empiris terbukti memediasi secara penuh, pengaruh identitas komunitas peduli lingkungan terhadap perilaku konsumsi berkelanjutan. Temuan dalam penelitian ini, bahwa komunitas mampu memengaruhi nilai hedonisme individu dengan memberikan makna yang berbeda, dan pengaruh yang signifikan berbeda.

This research aims to explain the integration of Social Identity Theory and Social Pressure Theory on sustainable consumption behaviour. There are several specific research objectives as follows. First, to test empirically whether sustainable consumption behaviour occurs voluntarily or not. Second, to test the sustainable consumption behaviour of individuals who are not affiliated with the community with predictors of personality factors and external factors, including social pressure. Third, whether the sustainable consumption behaviour of individuals affiliated with the community and individuals who are not affiliated with the community is empirically different or not different. Fourth, this study examines whether pro-environment self-identity mediates the influence of personality factors (pro-environmental attitude, consumer innovativeness, hedonism) and external factors (pro-environment community-identity and cohesiveness) on sustainable consumption behaviour. Fifth, this study aims to examine the cross-level effect between the pro-environment community-identity on sustainable consumption behaviour and the multilevel effect between the pro-environment community-identity on the pro-environment self-identity. The method of analysis in this study uses a Hierarchical Linear Modeling (HLM), Structural Equation Modeling (SEM) and Multiple Regression Model to test the control variables. This study used a sample size of 475 individual respondents who is community affiliated and 450 individual respondents from non-community affiliated. Total respondents in the study were 925 individual respondents. The respondents with the community of unit analysis were 50 communities scattered in Central Java Province and its surroundings. The sampling technique in this study used non-probability sampling with purposive sampling and snowball sampling in determining community level respondents. The results of this study indicate that the sustainable consumption behaviour of individuals who have community affiliation and individuals who are not affiliated with the community is proven to be empirically voluntary. The behaviour of individuals who are not community-affiliated and community-affiliated is empirically different. The cross-level effect is not proven to be significant, while the multilevel effect is significant. Pro-environment self-identity is empirically proven to fully mediate the effect of the pro-environment community-identity on sustainable consumption behaviour. The findings in this study are that the community can influence the value of individual hedonism by giving it a different meaning and having a significantly different effect.

Kata Kunci : Sustainable consumption behaviour, pro-environmental self-identity, community identity, Multilevel, Cross-Level

  1. S3-2021-389766-abstract.pdf  
  2. S3-2021-389766-bibliography.pdf  
  3. S3-2021-389766-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2021-389766-title.pdf