Laporkan Masalah

Memahami Otonomi Seniman Sebagai Subjek Menurut Konstitusi Subjek Jacques Lacan

ANNISA BENA AMADEA, Dr. Sindung Tjahyadi

2021 | Skripsi | S1 FILSAFAT

Penelitian yang berjudul “Memahami Otonomi Seniman Sebagai Subjek Menurut Konstitusi Subjek Jacques Lacan” ini disusun dengan tujuan untuk memahami seniman, khususnya sebagai Subjek Dorongan, bagaimana seniman mengkonstitusi diri dan menjadi subjek yang otonom melalui konsep subjek yang dikembangkan oleh Jacques Lacan. Psikoanalisis memiliki pendekatan tersendiri terhadap seni, yang berusaha memposisikan Subjek dan Hasrat dalam relasi penanda dan penciptaan. Lacan mencoba menangkap esensi subjek dalam lingkup seni yang lebih luas dengan mempertanyakan apa itu gambar (picture), mengapa manusia memandangnya (gazes), dan mengapa seniman menciptakan karya seni, untuk meletakkan fungsi seni dalam kajian teori psikoanalisis. Penelitian ini oleh sebab itu berusaha memposisikan teori psikoanalisis Lacan dalam diskursus Filsafat Seni. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pengambilan data dan analisis data melalui studi pustaka menggunakan buku dan jurnal ilmiah. Objek formal yang digunakan untuk menganalisis yaitu pemikiran Jacques Lacan mengenai Subjek, dan memposisikan otonomi seniman sebagai objek material. Kerangka analisis yang digunakan adalah konstitusi subjek otonom pada seniman dalam pemikiran konsep Subjek Lacan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Hermeneutika dan menggunakan model penelitian sistematis-reflektif dengan pendekatan psikoanalitik. Unsur metodis yang digunakan diantaranya deskripsi, interpretasi, koherensi intern, kesinambungan historis, bahasa inklusifanalogal, dan heuristika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, subjek yang otentik selalu bersifat kabur sebab dalam fase perkembangannya telah terjadi peleburan antara yang Imajiner dan yang Simbolik, kemudian dihadapkan dengan keterbatasan dan keserbakurangan untuk dipaksa melepaskan penanda-penanda baru yang diciptakan sendiri atas keserbakurangan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa seniman beroperasi dalam skema dorongan, menempatkan kebebasan berekspresi sebagai kebutuhan batin (inner necessity) kemudian menggunakan penanda-penanda tersebut dalam berkarya. Kedua, Lacan mengajak subjek untuk mengenali dorongan-dorongan, serta kenyataan batiniah seniman dalam menciptakan sendiri realitas bagi dirinya dan memproyeksikannya ke dalam karya. Seni menjadi sebuah bentuk pembebasan terhadap seniman sebagai subjek, dari kungkungan tatanan simbolik yang semula menempatkan subjek sebagai subjek kebudayaan.

The research entitled "Understanding the Autonomy of the Artist as Subject According to Jacques Lacan’s Theory of Constitution of Subject" was prepared with the aim of understanding the artist, particularly as the Subject-of-Drives, on how the artist constitutes himself and becomes an autonomous subject, through the concept of the Subject developed by Jacques Lacan. Psychoanalysis has its own approach to art, which seeks to position the Subject and the Desire in the relation of signification and creation.. Lacan tries to capture the essence of the subject in a broader scope of art by questioning what a picture is, why humans see it (gazes), and why artists create works of art, to put the function of art in the study of psychoanalytic theory. This research therefore seeks to position Lacan's psychoanalytic theory in the discourse of Art Philosophy. This research is a library research with data collection and data analysis through literature study using scientific books and journals. The formal object used to analyze is Jacques Lacan's thoughts on the subject, and positions the artist's autonomy as a material object. The analytical framework used is the constitution of the artist's autonomous subject in the conceptual thought of Lacan Subject. The method used in this research is hermeneutics and uses a systematic-reflective research model with a psychoanalytic approach. The methodical elements used include description, interpretation, internal coherence, historical continuity, inclusive-analogical language, and heuristics. The results of this study indicate that, first, authentic subjects are always blurred because in the development phase there has been a fusion between the Imaginary and the Symbolic, then faced with limitations and flaws to be forced to release new markers that are created by themselves for these disadvantages. This shows that artists operate in a motivational scheme, placing freedom of expression as an inner necessity and then using these signifiers in their work. Second, Lacan invites the subject to recognize the impulses, as well as the inner reality of the artist in creating his own reality for himself and projecting it into the work. Art becomes a form of liberation for the artist as a subject, from the confines of the symbolic order that originally placed the subject as a cultural subject.

Kata Kunci : subjek, seniman, proses kreasi, penanda, seni postmodern, seni kontemporer, psikoanalisis.

  1. S1-2021-333876-abstract.pdf  
  2. S1-2021-333876-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-333876-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-333876-title.pdf