Laporkan Masalah

PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN DAN TARGET TERAPI PADA PASIEN YANG MENDAPAT WARFARIN DI RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL

ISMI ARSYI AULIA, Dra. Fita Rahmawati, Sp.FRS, PhD, Apt ; Dr.dr. I Dewa Putu Pramantara, Sp.PD. K-Ger

2021 | Tesis | MAGISTER FARMASI KLINIK

Warfarin merupakan antikoagulan oral yang diresepkan untuk mencegah dan mengobati kejadian tromboemboli. Warfarin dapat menyebabkan efek obat yang merugikan jika tidak dikelola dengan tepat, sehingga direkomendasikan pendidikan pasien yang akurat dan mudah diakses. Apoteker dapat memainkan peran penting dalam mencapai pengobatan warfarin yang aman dan efektif pada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan dan target terapi pasien yang mendapat warfarin. Penelitian ini menggunakan rancangan randomized control trial. Penelitian dilakukan di Poli Jantung RSUD dr Soeselo Kab. Tegal pada bulan 15 Juni - 6 Agustus 2020. Subyek penelitian yaitu pasien yang mendapat warfarin yang memenuhi kriteria inklusi. Pasien dibagi kedalam kelompok intervensi (mendapatkan konseling dengan alat bantu leaflet) dan kelompok kontrol. Pengukuran tingkat kepatuhan menggunakan pill count dan target terapi berupa nilai INR. Pengaruh konseling terhadap kepatuhan dan target terapi sebelum dan sesudah perlakuan dianalisis menggunakan Paired-sample t-test atau Wilcoxon test, untuk membandingkan perbedaan antar kelompok menggunakan Independent samples t-test atau Mann-Whitney test dan uji ANCOVA untuk mengetahui pengaruh variabel perancu. Konseling apoteker signifikan mempengaruhi kepatuhan dengan peningkatan skor rata-rata kepatuhan menjadi 97.85±6.05 (p=0.010) dan peningkatan skor rata-rata target terapi menjadi 2.03±1.61 (p=0.000). Hasil uji ANCOVA konseling apoteker meningkatkan kepatuhan dan target terapi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa konseling apoteker meningkatkan kepatuhan dan target terapi. Perlu dilakukan konseling secara teratur untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mengoptimalkan target terapi.

Warfarin is an oral anticoagulant that is commonly prescribed to prevent and treat thromboembolic events. Warfarin often cause adverse drug effects if not managed used properly. Accurate and easily accessible patient education is therefore recommended. Pharmacists can play an important role in ensuring safe and effective warfarin treatment in patients. The purpose of this study was to determine the effect of pharmacist counseling on adherence and therapeutic targets for patients receiving warfarin at RSUD Dr. Soeselo Kab. Tegal. This is a randomized control trial research. The subjects of the study were cardiac clinic patients who received warfarin who met the inclusion criteria in the period June 15 â��August 6, 2020. Patients were divided into an intervention group (receiving counseling using leaflets) and a control group. Measurement of adherence level used pill count and therapeutic target in the form of INR value. The effect of counseling on adherence and therapeutic targets before and after treatment was analyzed using the Paired-sample t-test or Wilcoxon test, to compare differences between groups using the Independent samples t-test or Mann-Whitney test and ANCOVA test to determine the effect of confounding variables. Pharmacist counseling had a significant efffect to adherence by increasing the mean score of adherence to 97.85±6.05 (p = 0.010) and increasing the mean score of therapeutic targets to 2.03±1.61 (p = 0.000). ANCOVA test results can be concluded that pharmacist counseling improves adherence and INR therapeutic targets. Continuity of counseling is needed to improve medication adherence and optimize INR therapeutic targets.

Kata Kunci : warfarin, konseling, kepatuhan, target terapi / warfarin, counseling, adherence, therapeutic targets

  1. S2-2021-432930-abstract.pdf  
  2. S2-2021-432930-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-432930-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-432930-title.pdf