Laporkan Masalah

Evaluasi Penggunaan Lahan Berdasarkan Arahan Fungsi Kawasan di Kecamatan Cangkringan

MEYLANI PUTRI W, Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si.

2021 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Potensi perubahan penggunaan lahan menjadi ancaman serius di Kecamatan Cangkringan. Kecamatan Cangkringan merupakan bagian dari Sub DAS Hulu Opak yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air hujan. Apabila penggunaan lahan di Kecamatan Cangkringan tidak memperhatikan arahan fungsi kawasan dan perencanaan penggunaan lahan tidak dilakukan dengan baik maka akan mengancam kerusakan lingkungan. Upaya perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan, yaitu dengan melakukan evaluasi penggunaan lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui arahan fungsi kawasan di Kecamatan Cangkringan, mengetahui kesesuaian antara penggunaan lahan dengan arahan fungsi kawasan, dan mengetahui kesesuaian antara penggunaan lahan dengan rencana pola ruang Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah data curah hujan, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta sungai, peta mata air, dan peta pola ruang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, obeservasi, dan intepretasi citra. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan membandingkan aspek lingkungan yang ada di Kecamatan Cangkringan dengan Keputusan Presiden Nomor 32 tahun 1990 tentang Penataan Kawasan Lindung secara spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kecamatan Cangkringan memiliki dua arahan fungsi kawasan yaitu kawasan lindung seluas 1.498,27 ha (30,51%) dan kawasan budidaya seluas 3.412,10 ha (69,49%). Kawasan lindung dari hasil penelitian terdiri dari kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), arahan hutan lindung, kawasan perlindungan sekitar sungai, dan kawasan perlindungan sekitar mata air (2) Tingkat kesesuaian antara penggunaan lahan dengan arahan fungsi kawasan termasuk dalam kategori baik dengan luas sesuai 4.093,73 ha (90,42 %). Kesesuan penggunaan lahan dengan rencana pola ruang D. I. Yogyakarta adalah 3.946,37,72 ha (87,16%).

The potential for land use change is a serious threat in Cangkringan Sub-district. Even though Cangkringan Sub-district has an important function because Cangkringan Sub-district is part of the Upstream Opak Sub-watershed which functions as a rainwater recharge area. If land use in Cangkringan Sub-district does not pay attention to the direction of the area's function and land use planning is not carried out properly, it will threaten environmental damage. Efforts that need to be done to prevent damage, namely by evaluating land use. The purpose of this study was to determine the direction of the area function in Cangkringan Sub-district, to know the suitability of land use with the direction of the area function, and to find out the suitability of land use with the spatial plan of the Special Region of Yogyakarta. The data used in this study include rainfall data, land use maps, soil type maps, land use maps, river maps, springs maps, and spatial pattern maps. Data collection was done by means of documentation, observation, and image interpretation. Data analysis in this study was carried out by comparing the environmental aspects in Cangkringan Sub-district with Presidential Decree No. 32 of 1990 concerning the spatial arrangement of protected areas. The results of this study indicate that: (1) Cangkringan Sub-district has two directives for the function of the area, namely a protected area of 1,498.27 ha (30.51%) and a cultivated area of 3,412.10 ha (69.49%). Protected areas from the research results consist of the Mount Merapi National Park (Taman Nasional Gunung Merapi/TNGM), directin of protected forests, protected areas around rivers, and protected areas around springs (2) The level of suitability between land use and the direction of the area function is in the good category with an area according to 4,093.73 ha (90.42%) so that it is included in the suitable class. The suitability of land use with the spatial plan of the Special Region of Yogyakarta is 3,946.72 ha (87.16%).

Kata Kunci : Kata kunci: penggunaan lahan, arahan fungsi kawasan, pemetaan

  1. S1-2021-393965-Abstract.pdf  
  2. S1-2021-393965-Bibliography.pdf  
  3. S1-2021-393965-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-393965-Title.pdf