Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Keberagaman Dewan Komisaris terhadap Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan Kebijakan Keberagaman Gender Dewan Komisaris sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pada Perusahaan di ASEAN Tahun 2015-2019)

KUNTARI, Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Dalam perkembangan literaturnya, terdapat celah penelitian mengenai hubungan antara struktur tata kelola perusahaan dan tingkat pengungkapan ESG perusahaan yang ada di kawasan ASEAN menurut Global Industry Classification Standard (GICS). Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah penelitian dan melanjutkan penelitian-penelitian sebelumnya terkait isu tersebut dengan menguji pengaruh keberagaman dewan komisaris terhadap tingkat pengungkapan ESG dengan kebijakan keberagaman gender sebagai variabel pemoderasi. Sampel akhir penelitian ini sebanyak 50 perusahaan yang terdiri dari 5 perusahaan Indonesia, 15 perusahaan Malaysia, 8 perusahaan Singapura, 16 perusahaan Thailand, dan 6 perusahaan Filipina. Dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan adalah balanced panel data yaitu periode observasi dimulai dari tahun 2015 hingga 2019. Pemilihan sampel dilakukan dengan metoda purposive sampling. Penelitian ini menemukan bahwa keberagaman gender dewan komisaris, rata-rata lamanya masa jabatan dewan komisaris, dan keberagaman budaya dewan komisaris tidak memiliki hubungan secara signifikan dengan tingkat pengungkapan ESG perusahaan. Variabel kebijakan keberagaman gender dewan komisaris juga tidak terbukti secara statistik memoderasi hubungan antara keberagaman gender dewan komisaris dan tingkat pengungkapan ESG. Sementara itu, proporsi dewan komisaris dengan keahlian di bidang keuangan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap pengungkapan ESG perusahaan. Variabel yang memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap pengungkapan ESG perusahaan adalah variabel ukuran perusahaan.

In the development of the literature, there is a research gap regarding the relationship between corporate governance structures and the level of corporate ESG disclosure in the ASEAN region according to the Global Industry Classification Standard (GICS). This study aims to fill the research gap and continue previous research related to this issue by examining the effect of supervisory board diversity on the level of ESG disclosure with the gender diversity policy as a moderating variable. The final sample of this study was 50 companies consisting of 5 Indonesian companies, 15 Malaysian companies, 8 Singaporean companies, 16 Thai companies, and 6 Philippine companies. In this study, the type of data used is balanced panel data, namely the observation period starting from 2015 to 2019. The sample selection was carried out using the purposive sampling method. This study found that the gender diversity of supervisory board, the average length of tenure of supervisory board, and the culture diversity of supervisory board did not have a significant relationship with the level of company ESG disclosure. The gender diversity policy variable for the supervisory board was also not statistically proven to moderate the relationship between gender diversity in the supervisory board and the level of ESG disclosure. Meanwhile, the proportion of supervisory board with expertise in finance has a significant negative effect on the company's ESG disclosure. A variable that has a significant positive effect on company ESG disclosure is the firm size variable.

Kata Kunci : ASEAN, Corporate Governance, Pengungkapan ESG, Kebijakan Keberagaman Dewan Komisaris, Dewan Komisaris

  1. S1-2021-397038-abstract.pdf  
  2. S1-2021-397038-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-397038-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-397038-title.pdf