Laporkan Masalah

Tirakat Puasa Kejawen di Masyarakat Kediri buka kurung Kajian Linguistik Kognitif tutup kurung

MEGA ARIYANTI, Dr. Amir Ma'ruf, M.Hum.

2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Konseptualisasi tirakat puasa Kejawen oleh masyarakat Kediri didasarkan pada pengalaman masyarakat saat melaksanakan tirakat puasa. Pengalaman tersebut kemudian menjadi sebuah pengetahuan atau pemahaman masyarakat yang membentuk aspek-aspek untuk mengkonseptualisasikan tirakat puasa Kejawen. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menganalisis makna nama-nama tirakat puasa Kejawen, semantik komponensial pada jenis-jenis puasa Kejawen, frame yang terbentuk dalam konsep tirakat puasa Kejawen, dan perspektif masyarakat penghayat Kejawen di Kediri terhadap tirakat puasa Kejawen. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari responden penelitian dan data sekunder diperoleh dari sumber pustaka. Penyediaan data penelitian menggunakan metode simak dan metode wawancara. Metode simak dilakukan dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan yang berupa simak bebas libat cakap dan catat. Metode wawancara dengan teknik pancing dan teknik rekam. Pemilihan responden penelitian menggunakan teknik snowball sampling. Analisis menggunakan pendekatan eksperiensial dan prominence. Adapun teori analisis data penelitian, meliputi semantik kognitif, semantik komponensial, frame, dan perspektif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) ditemukan 34 jenis puasa Kejawen dan pemaknaan nama puasa tersebut merujuk pada enam hal, yaitu pada pengaturan aktivitas makan, pada laku, pada waktu pelaksanaan, pada tujuan khusus, pada hewan tertentu, dan pada unsur alam. 2) Pada analisis komponensial jenis puasa Kejawen ditemukan komponen makna bersama dan komponen makna pembeda pada enam fitur, yaitu fitur pengaturan aktivitas makan, laku fisik, pengaturan waktu berpuasa, tujuan, laku hewan yang dirujuk, dan unsur alam. 3) Frame pembentuk konsep tirakat puasa Kejawen, meliputi tingkatan pelaksanaan puasa, tujuan pelaksanaan puasa, rapalan saat berpuasa, pengaturan hari pelaksanaan puasa, dan tata cara pelaksanaan puasa. 4) Perspektif masyarakat penghayat Kejawen di Kediri terhadap tirakat puasa Kejawen, yaitu perspektif mengenai keharusan melaksanakan tirakat puasa dan perspektif mengenai akibat tidak melaksanakan tirakat puasa.

A conceptualization of Javanese fasting tradition by Kediri people is based on their experience when implementing the fasting tradition. The experience then becomes people's knowledge or understanding forming aspects for conceptualizing the Javanese fasting tradition. The purpose of this research is to analyze the meaning of the Javanese fasting tradition names, the componential meaning of the Javanese fasting types, the frame formed in the Javanese fasting tradition concept, and the perspective of Javanism adherent in Kediri towards Javanese fasting tradition. The research data consisted of primary and secondary data. Primary data were obtained from research respondents and secondary data from literature sources. Provision of research data used observation and interview methods. The observing methods were composed by a basic technique of tapping, free listening, and taking notes. The interview method applied a provocative questionnaire and recording conversation technique. Selection of research respondents employed a snowball sampling technique. The data analysis used experiential and prominence approaches. The data analysis theory included cognitive semantics, compound semantics, frames, and perspectives. The research results found as follows: 1) there were 34 types of Javanese fasting and the meaning of the Javanese fasting names referred to six things, namely the regulation of eating activity, behavior, implementation time, special purpose, certain animal, and nature element; 2) In the componential analysis of the Javanese fasting types, a common and a differentiating meaning component were found in six features, namely features of eating activity regulation, physical behavior, fasting implementation time, purpose, certain animal behavior, and natural element; 3) The frame formed in the Javanese fasting tradition concept included the fasting implementation level, purpose, chant, day, and procedure; 4) The perspectives of Javanism adherent in Kediri towards Javanese fasting tradition were the perspective of the necessity in implementing and the consequence of not implementing Javanese fasting tradition.

Kata Kunci : tirakat puasa Kejawen, linguistik kognitif, Kediri