Laporkan Masalah

PEMETAAN SITUASI SKALA 1:500 MOTODE TERESTRIS DUSUN III RT01/RW06 DESA BANYURIPAN KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH

REZKI ALFA RIDHO, Ir.Waljiyanto.,M.Sc.

2021 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKA

Program pembangunan insfrastruktur desa sangat membutuhkan adanya peta situasi agar dapat membantu pemerintah desa untuk perencanaan dan pengambilan keputusan dalam rangka pembangunan desa. Peta yang dihasilkan dalam proses pekerjaan ini adalah peta situasi Dusun III RT01/RW06, Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah Metode pengukuran yang digunakan pada pelaksanaan pembuatan peta situasi ini adalah metode terestris. Tahapan pemetaan terestris yang pertama adalah pengukuran kerangka kontrol horizontal, kedua adalah pengukuran kerangka kontrol vertikal, ketiga adalah pengukuran detil yang mencakup seluruh area dipetakan. Kemudian seluruh data hasil pengukuran diwujudkan dalam bentuk peta manuskrip yang kemudian diujikan tingkat kualitas petanya dengan metode uji peta yaitu memperbandingkan detil situasi yang digambarkan di peta dengan situasi yang terdapat dilapangan. Hasil pengukuran ini juga diwujudkan dalam bentuk peta digital yaitu peta yang diolah menggunakan perangkat lunak Surpac dan ArcGIS. Hasil akhir pemetaan terestris berupa peta situasi skala 1:500 Dusun III RT01/RW06 yang telah diuji kualitas datanya. Kualitas data pada peta ditentukan melalui uji peta menggunakan parameter uji planimetris dan uji ketinggian. Hasil uji peta yang dilaksanakan menunjukan bahwa tingkat kualitas detil planimetris pada peta adalah 90 persen dan uji ketinggian sebesar 57 persen. Dengan kesimpulan bahwa proses pengukuran planimetris telah berjalan dengan baik sedangkan proses pengukuran ketinggian masih butuh bimbingan dan arahan agar dapat menghasilkan data dengan kualitas yang baik.

The village infrastructure development program urgently needs a situation map so that it can assist the village government in planning and decision making in the context of village development. The map produced in this work process is a situation map of Hamlet III RT01 / RW01, Banyuripan Village, Bayat District, Klaten Regency, Central Java The measurement method used in making this situation map is terrestrial method. The first terrestrial mapping stage is the measurement of the horizontal control framework, the second is the measurement of the vertical control framework, third is a detailed measurement that covers the entire area mapped. Then all measurement data is manifested in the form of a manuscript map which is then tested for the quality level of the map by testing the map, namely comparing the details of the situation described in the map to the situation in the field. The results of this measurement are also realized in the form of digital maps, namely maps that are processed using Surpac and ArcGIS software. The final results of terrestrial mapping are in the form of a 1: 500 Dusun III RT01 / RW06 situation map that has been tested for the quality of the data. The quality of the data on the map is determined through a map test using planimetric test parameters and altitude tests. The results of the map test conducted show that the level of quality of planimetric details on the map is 90 percent and the height test is 57 percent. With the conclusion that the planimetric measurement process has gone well while the process of measuring the spotheight still needs guidance and direction in order to produce good quality data.

Kata Kunci : peta situasi, pemetaan terestris, uji peta / situation map, terrestrial mapping, map test

  1. D3-2020-386529-abstract.pdf  
  2. D3-2020-386529-bibliography.pdf  
  3. D3-2020-386529-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2020-386529-title.pdf