Laporkan Masalah

PERSPEKTIF FRAUD DIAMOND MODELS PADA PENGELOLAAN DANA DESA D.I YOGYAKARTA: PERAN PENALARAN MORAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI

DIAN MUSTIKA, Hardo Basuki, M.Soc.Sc., Ph.D.

2020 | Tesis | MAGISTER SAINS AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kesesuaian kompensasi, sistem pengendalian internal, budaya organisasi, dan kompetensi terhadap fraud dengan menggunakan penalaran moral sebagai variabel moderasi. Latar belakang dari penelitian ini adalah Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, UU ini memberikan peluang kepada pemerintah desa untuk memberdayakan masyarakatnya agar mampu membangun desa melalui pengelolaan dana desa akan tetapi pada pelaksanaannya banyak terjadi tindakan fraud sehingga tujuan dari diselenggarakannya dana desa menjadi kurang tepat sasaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner sebagai media pengumpulan data, dengan partisipan yang terdiri atas 216 aparatur pemerintah desa D.I Yogyakarta. Motode analisis data dan pengujian hipotesis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) dengan alat analisis software WrapPls 7.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesesuaian kompensasi berpengaruh positif terhadap fraud pada pengelolaan dana desa. Sistem pengendalian internal, budaya organisasi, dan kompetensi berpengaruh negatif terhadap fraud pada pengelolaan dana desa. Selain itu, level penalaran moral yang tinggi dapat menurunkan hubungan kesesuaian kompensasi, sistem pengendalian internal, budaya organisasi, dan kompetensi terhadap fraud; sedangkan level penalaran moral yang rendah dapat meningkatkan hubungan kesesuaian kompensasi, sistem pengendalian internal, budaya organisasi, dan kompetensi terhadap fraud.

This study aims to test and provide empirical evidence about the effect of compensation suitability, internal control systems, organizational culture, and competence on fraud by using moral reasoning as a moderating variable. Law No. 6 of 2014 concerning villages is the background of this research. This Law provides opportunities for village governments to empower their communities to be able to build villages through village fund management; however, in implementation there have been many frauds which resulted in the purpose of holding village funds is not achieved. This research is quantitative research based on a survey method using questionnaire as a media for data collection, with participants consisting of 216 village government officials D.I Yogyakarta. The data analysis and hypothesis testing methods used were Structural Equation Modeling (SEM) with the WrapPls 7.0 software analysis tools. The results of this study indicate that compensation suitability has a positive effect on fraud in village fund management. The internal control system, organizational culture, and competence has a negative effect on fraud in village fund management. In addition, a high level of moral reasoning can reduce the relationship between compensation suitability, internal control systems, organizational learning, and competence toward fraud; Meanwhile, a low level of moral reasoning can improve the relationship between the suitability of compensation, internal control systems, organizational culture, and competence toward fraud.

Kata Kunci : compensation suitability, internal control systems, organizational culture, competence, fraud, management of village fund.

  1. S2-2020-421985-Abstract.pdf  
  2. S2-2020-421985-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-421985-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-421985-title.pdf