Laporkan Masalah

Analisis Kesiapan Wilayah Calon Lokasi Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara

DAMAR PARAMANANDA, Dr. Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T.

2020 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Pada tanggal 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo menetapkan sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai calon lokasi Ibu Kota Negara. Memindahkan Ibu Kota Negara berarti akan mengubah arah perkembangan skala nasional. Ibu Kota Negara yang baru akan memiliki peranan yang penting sebagaimana Jakarta dalam menjalankan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga diperlukan kesiapan dari berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan wilayah calon lokasi Ibu Kota Negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif dan bersifat deduktif konfirmatori. Kajian dari penelitian ini berfokus pada persepsi pemerintah daerah, beberapa stakeholder yang terlibat, serta beberapa masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara terkait dengan kesiapan wilayah di lokasi tersebut. Adapun metode pengumpulan data dengan in-depth interview, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi pustaka. Identifikasi kondisi umum dan karakteristik wilayah calon lokasi Ibu Kota Negara menghasilkan sejumlah aspek yang menjadi ukuran kesiapan wilayah, di antaranya aspek lokasi, kebencanaan, ekologi, pertanahan, sarana prasarana, demografi, sosial budaya, kebijakan, serta pertahanan dan keamanan. Berdasarkan hasil analisis terkait dengan aspek yang menjadi ukuran kesiapan wilayah, ditemukan beberapa variabel yang menentukan kesiapan dalam tiap-tiap aspek. Dari sekian aspek tersebut, terdapat beberapa variabel yang menyatakan belum cukup siap. Namun secara komprehensif, wilayah calon lokasi Ibu Kota Negara di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sudah cukup mendukung untuk pembangunan Ibu Kota Negara. Dalam rangka menyiapkan lokasi ini untuk menjadi Ibu Kota Negara, maka perlu dirumuskan strategi pengembangan wilayah Ibu Kota Negara yang didasarkan pada permasalahan yang ada pada wilayah kajian penelitian dan sekitarnya yang ada meliputi arahan pengembangan berbasis pada variabel yang menyatakan belum siap. Strategi pengembangan wilayah bertujuan untuk mengoptimalkan potensi dan meminimalisir permasalahan yang dimiliki oleh wilayah tersebut terkait dengan kebutuhan pembangunan Ibu Kota Negara.

On August 26, 2019, President Joko Widodo selected part of Penajam Paser Utara Regency and part of Kutai Kartanegara Regency as a candidate location for the National Capital. Therefore, thorough planning is needed so that the impact of the new National Capital can provide broad benefits, in the sense that it is not just moving locations. The new National Capital will have an important role such as Jakarta in running the government of the Negara Kesatuan Republik Indonesia, so it requires preparedness from various aspects. This research aims to determine the regional readiness of the candidate location for the National Capital. This research uses a deductive confirmatory qualitative approach. The study of this research focuses on the perceptions of the regional government, some of the stakeholders involved, and some people in Penajam Paser Utara Regency and Kutai Kartanegara Regency about the regional readiness in these locations. The data collection methods include in-depth interviews, field observations, documentation, and literature study. Identification of general conditions and characteristics of the candidate location for the National Capital produces several aspects that measure regional readiness, including aspects of location, disaster, ecology, land, fasilities and infrastructure, demography, socio-culture, policies, and defense and security. Based on the results of the analysis related to the aspects that are the measure of regional readiness, several variables were found that determine readiness in each aspect. Of these aspects, there are several variables that indicate that they are not quite ready. However, comprehensively, the candidate location for the National Capital in part of Penajam Paser Utara Regency and part of Kutai Kartanegara Regency is sufficiently supportive for the development of the National Capital. In order to prepare this location to become the National Capital, it is necessary to formulate a strategy for the development of the National Capital based on the existing problems in the research study area and its surroundings, including development directions based on variables that state that it is not ready. The regional development strategy aims to optimize the potential and minimize the problems the region has in relation to the development needs of the National Capital.

Kata Kunci : Kesiapan, Calon Lokasi, Ibu Kota Negara / Readiness, Candidate Location, National Capital

  1. S1-2020-397530-abstract.pdf  
  2. S1-2020-397530-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-397530-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-397530-title.pdf