Laporkan Masalah

MANAJEMEN BATAS PEKERJAAN-KELUARGA: PERAN MODERASI-MEDIASI PREFERENSI INTEGRASI DAN KONTROL BATAS DALAM HUBUNGAN INTERUPSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KEBUTUHAN PEMULIHAN

WHISNU ELIANTO, Gugup Kismono, MBA., Ph.D

2020 | Tesis | MAGISTER SAINS MANAJEMEN

Perkembangan teknologi informasi menjadikan batas pekerjaan dan keluarga menjadi mudah ditembus. Kondisi ini rentan menimbulkan interupsi pekerjaan ke ranah keluarga. Interupsi teknologi informasi dapat mendorong kebutuhan pemulihan bagi individu. Namun, masih terdapat perbedaan hasil penelitian terkait hubungan kedua variabel tersebut. Literatur menyarankan untuk mengkaji topik tersebut dengan mempertimbangkan konsep manajemen batas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kembali bagaimana pengaruh dari interupsi teknologi informasi pada kebutuhan pemulihan. Penelitian ini mempertimbangkan kontrol batas dan preferensi integrasi untuk memberikan hasil penelitian yang lebih jelas. Pengaruh dari interupsi teknologi informasi pada kebutuhan pemulihan dijelaskan melalui mekanisme moderated mediation dengan melibatkan pemediasi (kontrol batas) dan pemoderasi (preferensi integrasi). Sampel penelitian ini adalah karyawan di instansi pemerintah dan swasta di Indonesia sebanyak 350 responden. Menggunakan pendekatan Macro PROCESS, empat (4) hipotesis yang diajukan terdukung. Interupsi teknologi informasi terbukti berpengaruh positif pada kebutuhan pemulihan baik secara langsung ataupun tidak langsung melalui variabel kontrol batas. Pengaruh negatif interupsi teknologi informasi pada kontrol batas terbukti lebih kuat pada preferensi integrasi rendah. Secara simultan, pengaruh tidak langsung dari interupsi teknologi informasi pada kebutuhan pemulihan melalui kontrol batas terbukti lebih kuat pada preferensi integrasi rendah. Terdapat beberapa kontribusi penting dari penelitian ini. Pertama, dengan memberikan penjelasan terkait kesenjangan hasil penelitian sebelumnya. Kedua, sebagai pengembangan literatur manajemen batas pekerjaan-keluarga. Ketiga, memberikan sumbangan terhadap mekanisme negatif pekerjaan-keluarga dengan konsep moderated mediation. Terakhir, memberikan informasi yang dapat digunakan oleh pihak organisasi dan karyawan untuk menciptakan keseimbangan pekerjaan dan keluarga. Penelitian ini memiliki keterbatasan yang perlu dilengkapi pada penelitian selanjutnya. Misalnya, fokus penelitian ini hanya pada dampak negatif dari adanya penggunaan teknologi informasi, dengan arah interaksi pekerjaan ke keluarga. Selain itu, sampel penelitian ini cukup luas, sehingga kurang menggali kasus sampel tertentu.

The development of information technology makes work and family boundaries easily penetrated. This condition is prone to cause work interruptions in the family domain. Information technology interruptions can drive the need for recovery. However, there are still inconsistent results regarding the relationship between the two variables. The literature suggests examining this issue by considering the concept of work-family boundary management. The aim of this study is to re-examine how information technology interruptions affect the need for recovery by considering boundary control and integration preferences. The effect of information technology interruptions on the need for recovery is explained by moderated mediation mechanisms involving mediation (boundary control) and moderation (integration preference). The sample of this research is 350 employees in government and private organizations in Indonesia. By using the Macro PROCESS approach, four (4) proposed research hypotheses are supported. Information technology interruptions have been shown to have a positive effect on the need for recovery both directly and indirectly through boundary controls. The negative effect of information technology interruptions on boundary control is shown to be stronger at low integration preferences. Simultaneously, the indirect effect of information technology interruptions on the need for recovery through boundary control was shown to be stronger at low integration preferences. There are several important contributions from this research. First, by providing an explanation regarding the inconsistent results of previous studies. Second, it contributes to the development of the work-family boundary management literature. Third, contribute to the negative work-family mechanism with the moderated mediation concept. Finally, it provides information that can be used by the organization and employees to create a balance between work and family. This research has limitations that need to be completed in future studies. For example, the focus of this research is only on the negative impact of the use of information technology, and the direction of the interaction is from work to family. In addition, the sample of this study is quite extensive, so it does not explore specific sample cases.

Kata Kunci : Kebutuhan Pemulihan, Interupsi Teknologi Informasi, Kontrol Batas, Preferensi Integrasi, Manajemen Batas Pekerjaan-Keluarga

  1. S2-2020-422059-abstract.pdf  
  2. S2-2020-422059-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-422059-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-422059-title.pdf