TINGKAT TUTUR BAHASA JAWA DALAM TAFSIR AL-HUDA DAN AL-IBRIZ
WARDATUL JANNAH, Dr. Moh. Masrukhi, M.Hum.
2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKHubungan antar peserta tutur, tujuan tutur, situasi tutur, hal yang dituturkan, dan beragam faktor lainnya berkaitan erat dengan pilihan ragam bahasa yang digunakan, termasuk mengenai pilihan ragam undha-usuk bahasa Jawa. Penelitian ini berusaha mengkaji penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa dalam tafsir Al-Qur'an berbahasa Jawa. Penelitian ini membahas penggunaan tingkat tutur dan parameter sosial penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa dalam tafsir al-Huda dan al-Ibriz. Sumber data penelitian ini adalah teks percakapan pada ayat-ayat yang berisi kisah para nabi dalam tafsir al-Huda dan al-Ibriz. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik catat ortografis. Metode analisis data menggunakan metode agih dan padan. Metode agih digunakan untuk menentukan jenis tingkat tutur dengan teknik baca markah sedangkan metode padan digunakan untuk menganalisis konteks situasi pembicaraan. Pisau analisis dalam penelitian ini adalah teori Harjawiyana dan Supriya (2001) tentang tingkat tutur bahasa Jawa. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan empat ragam tingkat tutur bahasa Jawa yang digunakan dalam tafsir al-Huda dan al-Ibriz, yaitu: 1) Ngoko Lugu (NL), 2) Ngoko Alus (NA), 3) Krama Lugu (KL), dan 4) Krama Alus (KA). Lebih lanjut, tidak semua ragam tingkat tutur sesuai dengan kaidah standar tingkat tutur bahasa Jawa. Muncul proses kramanisasi diri berupa pemakaian leksikon krama inggil oleh dan untuk penutur. Dalam tafsir al-Huda dan al-Ibriz, penggunaan leksikon krama inggil oleh dan untuk penutur digunakan untuk menegaskan bahwa penutur merupakan suatu tokoh atau Zat yang tinggi kedudukannya. Dalam tafsir al-Huda dan al-Ibriz, parameter sosial berkaitan dengan hubungan seperioritas dan inferioritas antara partisipan. Muncul kondisi ambivalen yang di satu sisi mitra tutur sebagai pihak superior, tetapi di sisi yang lain berada sebagai pihak inferior. Penggunaan tingkat tutur dan bentuk sapaan tertentu menjadi penanda identitas dan hubungan antar mitra tutur.
The relationship between the participants, the purpose of the speech, the situation, the things spoken, and various other factors are closely related to the choice of the variety of language used, including the choice of the variety of Javanese undha-usuk. This study seeks to examine the use of Javanese speech levels in the interpretation of the Al-Qur'an in Javanese. This study discusses the use of the speech level and the social parameters of the use of the speech level in the interpretation of al-Huda and al-Ibriz. The data source of this research is the conversational texts on the verses which contain the stories of the prophets. Data were collected through observing and taking notes. The method of data analysis was carried out using the distributional and pragmatic (identity) method. The analysis knife in this research is the theory of Harjawiyana and Supriya (2001) about the level of Javanese speech. Based on the research results, it was found that there were four different levels of Javanese speech used in al-Huda and al-Ibriz interpretations, namely: 1) Ngoko Lugu (NL), 2) Ngoko Alus (NA), 3) Krama Lugu (KL), and 4) Krama Alus (KA). Furthermore, not all kinds of speech levels are in accordance with the standard rules of the Javanese speech level. A self-cramanization process appears in the form of the use of the krama inggil lexicon by and for speakers. In the interpretation of al-Huda and al-Ibriz, the use of the krama inggil lexicon by and for speakers is used to emphasize that the speaker is a character or substance with a high position. In the interpretation of al-Huda and al-Ibriz, social parameters are related to the relationship between participants' inferiority and inferiority. An ambivalent condition arises in which on the one hand the inner speech partner is the superior party, but on the other hand is the inferior party. The use of certain speech levels and forms of greeting is a marker of identity and relationship between speech partners.
Kata Kunci : Tingkat Tutur, Ngoko, Krama, Tafsir al-Huda, Tafsir al-Ibriz