Laporkan Masalah

Identifikasi Morfologis, Molekuler, dan Hubungan Kekerabatan Colletotrichum spp. Penyebab Antraknosa pada Cabai (Capsicum annuum L.)

TRISKA AYU N, Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D.

2020 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Tiga spesies utama penyebab antraknosa pada cabai diketahui berasal dari Colletotrichum acutatum, Colletotrichum capsici, dan Colletotrichum gloeosporioides. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolat Colletotrichum spp. berdasarkan karakter morfologis dan molekuler serta mengetahui hubungan kekerabatan antar isolat Colletotrichum spp. Fungi Colletotrichum spp. diisolasi dari buah cabai dengan gejala antraknosa, selain itu Colletotrichum spp. diisolasi dari akar tanaman saga. Pengamatan mikroskopis dilakukan menggunakan mikroskop Olympus dan Optilab. Primer yang digunakan untuk amplifikasi DNA adalah ITS 1 dan ITS 4. Pohon filogenetik dikontruksi berdasarkan metode Neighbour Joining dengan bootstrap 1000. Isolat P6D memiliki koloni berwarna abu kehijauan, konidia fusiform dengan panjang 9-10 μm, dan tidak memiliki setae; isolat E14R memiliki koloni berwarna putih keabu-abuan, konidia silindris dengan panjang 9-12 μm, dan memiliki setae; isolat E15R memiliki koloni berwarna putih keabuan, konidia fusiform dengan panjang 9-10 μm, dan memiliki sedikit setae; isolat E17R memiliki koloni berwarna putih, konidia silindris dengan panjang 9-10 μm, dan memiliki setae. Hasil amplifikasi DNA isolat P6D, E14R, E15R, dan E17R menghasilkan fragmen pita DNA dengan panjang masing-masing 580 bp, 550 bp, 564 bp, dan 574 bp. Hasil identifikasi morfologis dan molekuler menunjukkan bahwa isolat P6D dan E15R merupakan fungi C. acutatum sedangkan isolat E14R dan E17R merupakan fungi C. gloeosporioides. Hasil konstruksi pohon filogenetik menunjukkan bahwa fungi Hasil konstruksi pohon filogenetik menunjukkan bahwa fungi C. gloeosporioides memiliki kekerabatan lebih dekat dengan C. capsici.

The three main species that cause anthracnose in chilies are Colletotrichum acutatum, Colletotrichum capsici, and Colletotrichum gloeosporioides. This study aims to identify of Colletotrichum spp. isolates based on morphological and molecular characteristics and to analyze the relationship between the isolates of Colletotrichum spp. Colletotrichum spp. isolated from chilies with antrachnose symptoms, furthermore Colletotrichum spp. were isolated from the roots of the saga plant. The microscopic characteristics were observed using Olympus microscopes and Optilab. The DNA amplification for PCR used ITS 1 and ITS 4 primers. The phylogenetic tree was constructed based on Neighbor Joining method with 1000 bootstrap. The results from this study was P6D isolate had greenish-gray colonies, fusiform conidia with 9-10 μm in length, and had no setae; E14R isolate had grayish-white colonies, cylindrical conidia with 9-12 μm in length, and had setae; E15R isolate had gray-white colonies, fusiform conidia with 9-10 μm in length, and had setae; and E17R isolate had white colonies, cylindrical conidia with 9-10 μm in length, and had setae. The result of the PCR amplification were isolates P6D, E14R, E15R and E17R each producing DNA band fragments with lengths of 580 bp, 550 bp, 564 bp, and 574 bp respectively. The morphological and molecular identification results showed that the isolates P6D and E15R were C. acutatum, while isolates E14R and E17R were C. gloeosporioides. The results of phylogenetic tree construction showed that C. gloeosporioides had closer relationship to C. capsici.

Kata Kunci : Cabai, Colletotrichum, identifikasi, morfologis, molekuler, ITS rDNA

  1. S1-2020-393197-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393197-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393197-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393197-title.pdf