Penanganan Metritis pada Sapi Perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden Purwokerto Jawa Tengah
GALUH LUKMANUL K, drh. Naela Wanda Yusria Dalimunthe, M.Sc.
2020 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANMetritis merupakan keradangan dalam uterus atau dinding rahim yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri di dalam uterus segera setelah terjadinya partus di minggu petama, bakteri yang menginfeksi uterus dapat masuk melalui pintu cervix yang dapat terbuka saat post partus di minggu pertama. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui tingkat kejadian dan cara penanganan penyakit metritis pada sapi perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU HPT) Baturraden. Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini dengan melakukan wawancara dan praktek lapangan, serta pengambilan data recording yang dilakukan dari tanggal 16 Januari 2019 hingga 31 Januari 2020 di BBPTU HPT Baturraden. Penanganan metritis dapat dilakukan dengan irigasi povidone iodine 1% sebanyak 200 sampai 250 ml dengan tambahan pemberian sulfidon vetradil sebanyak 20 ml masing-masing sebanyak 10 ml, dan dapat dilakukan dengan menggunakan metricure 1 spuit dengan dosis 500 mg chepapirin. Tingkat persentase kejadian metritis sebesar 7,65%. Kasus metritis yang terjadi di BBPTU HPT Baturraden masih di bawah rata-rata karena kurang dari 10,1% sampai dengan 65,5% dan dapat dikatakan bahwa manajemen dan kesejahteraan yang dilakukan sudah sesuai dengan kesejahteraan hewan.
Metritis is inflammation in the uterus or uterine lining that occurs due to bacterial infection in the uterus shortly after parturition in the first week, bacteria that infect the uterus can enter through the cervix that can open at the post partus in the first week. The purpose of writing this Final Project is to determine the level of incidence and how to handle metritis in dairy cows at Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU HPT) Baturraden. The method used in the writing of this thesis is by conducting interviews and field practice, as well as taking data recording conducted from 16 January 2019 to 31 January 2020 at BBPTU HPT Baturraden. Metritis management can be done by irrigation of povidone iodine 1% by 200 to 250 ml with additional administration of 20 ml of sulfetone vetradil as much as 10 ml, and can be done using metricure 1 syringe with a dose of 500 mg of chepapirin. The percentage rate of metritis is 7.65%. Metritis cases that occur in BBPTU HPT Baturraden are still below average because it is less than 10.1% to 65.5% and it can be said that management and welfare carried out are in accordance with animal welfare.
Kata Kunci : metritis, sapi perah, BBPTU HPT Baturraden