Laporkan Masalah

Model Kematangan Fleksibilitas Pengelolaan Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi

WASILAH, Ir. Lukito Edi Nugroho, M. Sc., Ph. D.;Ir. P. Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU.

2020 | Disertasi | DOKTOR TEKNIK ELEKTRO

Saat ini pengembangan model kematangan umumnya berfokus pada analisis terhadap waktu, biaya dan kualitas. Faktor yang berkaitan dengan fleksibilitas masih kurang diperhatikan. Sedangkan faktor fleksibilitas penting bagi perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan pada era revolusi saat ini. Model pengukuran kematangan yang belum mencakup faktor fleksibilitas menyebabkan perguruan tinggi belum memiliki acuan yang sesuai untuk mengukur kemampuan fleksibilitas pengelolaan TI nya dalam beradaptasi terhadap perubahan. Hal ini menyebabkan perguruan tinggi kesulitan dalam mengelola perubahan dan memantau kemampuannya dalam beradaptasi secara berkelanjutan. Ketidak mampuan beradaptasi menimbulkan banyak dampak negatif bagi perguruan tinggi serta dapat mengancam eksistensinya. Dalam penelitian ini akan dikembangkan model kematangan fleksibilitas pengelolaan TI untuk perguruan tinggi. Model dikembangkan melalui tahapan: identifikasi kebutuhan, mendefinisikan ruang lingkup, desain model kematangan, dan evaluasi. Berdasarkan nilai koefisien jalur yang dihasilkan, maka variabel yang memiliki pengaruh yang kuat adalah : integrasi data, modularitas aplikasi, value drivers, kompetensi SDM, pengembangan SDM dan pengelolaan knowledge sharing. Model kematangan fleksibilitas manajemen TI yang dibangun terdiri dari enam domain yaitu: integrasi data, modularitas aplikasi, value drivers, kompetensi SDM, pengembangan SDM, dan pengelolaan knowledge sharing. Pada uji independent t test menunjukkan bahwa nilai Sig. sebesar 0,381. Nilai uji independent t test > 0,05 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara alat ukur fleksibilitas manajemen TI perguruan tinggi yang diuji. Dengan demikian maka berarti alat ukur yang dihasilkan pada penelitian ini dapat digunakan pada kedua jenis perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Desain tingkat kematangan mengacu pada CMMI dengan tingkat kematangan dari skala 1 sampai skala 5. Tingkat kesepakatan rater terhadap attribut yang didesain pada model kematangan mengacu pada nilai koefisien kappa yang dihasilkan. Pengujian pada penelitian ini menunjukkan nilai koefisien kappa di atas 0,6 pada semua pasangan rater. Hal ini menunjukkan bahwa attribut yang didesain pada model kematangan fleksibilitas manajemen TI ini telah memenuhi standard kesepakatan yang cukup tinggi yaitu di atas 75%.

Maturity model development generally focuses on analysis of time, cost and quality. Factors relating to flexibility are still lacking attention, while flexibility factors are important for universities in adapting to changes in the current revolutionary era. Maturity measurement model that does not contain the flexibility factor causes universities to not yet have an appropriate reference to measure the flexibility of IT management. This makes it difficult for universities to manage change and monitor their ability to adapt sustainable. Inability to adapt has numerous negative impacts on universities and can threaten their existence. In this research a maturity model of IT management flexibility for universities will be developed. The model is developed through stages: identifying needs, defining scope, design maturity models, and evaluating. Based on the path coefficient values, the variables that have a strong influence are: data integration, application modularity, value drivers, HR competencies, HR development and knowledge sharing management. The maturity model of IT management flexibility that is built consists of six domains: data integration, application modularity, value drivers, HR competencies, HR development, and knowledge sharing management. The independent t test shows that the Sig.to 0.381. Independent t test value> 0.05 shows that there is no significant difference between the measurement tools of IT management flexibility of the tertiary institutions tested. Thus, it means that the measurement tools produced in this study can be used in both types of tertiary institutions, both state and private tertiary institutions. Design maturity level refers to CMMI in a maturity level of scale 1 to scale 5. The level of agreement of the rater to the attributes designed in the maturity model refers to the resulting kappa coefficient value. Tests in this study show kappa coefficient values above 0.6 in all rater pairs. This shows that the attributes designed in the maturity model of IT management flexibility have met the agreement standard which is quite high at above 75%.

Kata Kunci : fleksibilitas manajemen TI, perguruan tinggi, integrasi data, modularitas aplikasi, value drivers, kompetensi SDM, pengembangan SDM dan pengelolaan knowledge sharing.

  1. S3-2020-390559-abstract.pdf  
  2. S3-2020-390559-bibliography.pdf  
  3. S3-2020-390559-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2020-390559-title.pdf