Laporkan Masalah

PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN SEMAI Acacia spp.

AISYAH, Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.; Dr. Sri Sunarti, S.Hut.,M.P.

2020 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Acacia spp. memiliki banyak manfaat bagi manusia seperti menyediakan kayu bakar dan bubur kertas berkualitas tinggi. Potensi Acacia spp. semakin besar setelah ditemukannya varietas unggul yaitu hibrid Acacia. Belum terdapat data perbandingan mengenai perkecambahan dan karakteristik pertumbuhan yang bersifat morfologi untuk mengetahui jenis unggul dari Acacia spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase perkecambahan, pertumbuhan semai dan kekokohan bibit dari sembilan jenis benih Acacia spp dari spesies A, mangium, A. auriculiformis, A. crassicarpa, A. aulacocarpa dan hibrid Acacia. Persentase perkecambahan dihitung dengan membagi jumlah benih yang tumbuh engan 50 benih yang ditabur dikali 100%. Pertumbuhan semai diukur dari berbagai parameter morfologi meliputi tinggi, panjang total, diameter, jumlah bintil, berat basah (total, akar dan pucuk), berat kering total, akar dan pucuk). Nilai kekokohan semai didapatkan dengan membagi tinggi semai dengan diameter leher akar. Indeks mutu bibit didapatkan dengan rumus Dickson. Persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada hibrid Acacia dengan persentase 100% dan terendah pada A. auriculiformis dengan persentase 32%. A. mangium generasi pertama memiliki pertumbuhan tertinggi pada empat parameter meliputi diameter, berat kering total, berat kering pucuk dan berat basah pucuk. A. crassicarpa unggul pada parameter berat basah total dan berat kering akar. Pada parameter tinggi, panjang total dan jumlah bintil, masing-masing jenis yang unggul adalah A. mangium generasi ketiga, A. mangium generasi F0 dan A. auriculiformis generasi F0 secara berurutan. Nilai kekokohan semai yang tertinggi dimiliki oleh A.mangium gnerasi ketiga dan paling kokoh dimiliki oleh A. crassicarpa. Indek mutu bibit terendah dimiliki oleh A. aulacocarpa dan tertinggi dimiliki A. crassicarpa.

Acacia spp. have many benefits for humans such as providing quality firewood and pulp. The potential of Acacia spp. became greater after Acacia hybrid which is known as a superior variety was developed. There is no comparative data on germination and morphological growth characteristics to determine the superior species of Acacia spp. The objective of this study is to observe the germination percentage, seedling growth, and seedling firmness of nine types of Acacia spp. Seeds from species A, mangium, A. auriculiformis, A. crassicarpa, A. aulacocarpa dan hibrid Acacia. Germination percentage of each type was seen in the number of seeds growing from 50 seeds sown. The seedling growth is measured by some morphological parameters such as height, total length, diameter, number of nodules, fresh weight (total, shoot and root), and dry weight (total, shoot, and root). Seedling firmness value is measured by dividing seedling growth to the root collar diameter. Seedling quality index is measured by Dickson formula. The highest percentage of germination was in Acacia hybrid with 100% and the lowest was in A. auriculiformis with 32%. A. mangium F-0 had the highest growth in four parameters including diameter, total dry weight, shoot dry weight and shoot fresh weight. A. crassicarpa is superior to the total fresh weight and root dry weight parameters. In the parameters of height, total length and number of nodules, each superior type is A. mangium F-3, A. mangium F-0 and A. auriculiformis F-0 respectively. A.mangium F-3 has the highest firmness value (the most vulnerable) and A. crassicarpa has the lowest (the most sturdy). A. aulacocarpa has the lowest seedling quality index and A. crassicarpa the highest seedling quality index.

Kata Kunci : Akasia, perkecambahan, pertumbuhan, kualitas semai, Acacia, germination, growth, seedling quality