Laporkan Masalah

Evaluasi Drug Related Problems Penggunaan Antibiotik Pasien Drug-Resistant Tuberculosis (DR-TB) di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta

NURUL MAGHFIROH, Dr. apt. Ika Puspita Sari, M.Si.

2020 | Skripsi | S1 FARMASI

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Indonesia menempati peringkat ketiga TB di dunia. Keparahan TB mengarah pada kejadian DR-TB (Drug-Resistant Tuberculosis). DR-TB memerlukan obat anti tuberkulosis (OAT) lebih banyak sehingga resiko terjadinya DRPs meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pola DRPs penggunaan OAT dan mengevaluasi hubungan DRPs dengan outcome klinik pengobatan DR-TB. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan data retrospektif, data diambil dari rekam medis pasien DR-TB di Instalasi Rawat Jalan dan Poli Anak RSUP Dr Sardjito Yogyakarta pada rentang waktu 2016-2019. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Analisis pola DRPs berdasarkan PCNE V8.03 dan outcome klinik penggunaan antibiotik dilakukan secara deskriptif. Hubungan DRPs dengan outcome klinik pasien dianalisis dengan metode chi-square. Kejadian DRPs penggunaan OAT terjadi pada 31 pasien (93,94%) dari 33 total pasien. Jenis DRPs yang paling banyak muncul yaitu adanya efek samping obat sebanyak 102 kasus yang terjadi pada 31 pasien. Efek samping yang sering terjadi yaitu mual muntah terjadi pada 21 pasien dan hipotiroidisme pada 18 pasien. DRPs adanya interaksi obat terjadi pada 19 pasien, obat berkontraindikasi 3 pasien, dosis terlalu rendah 3 pasien, dan dosis terlalu tinggi 1 pasien. Adanya DRPs pada penggunaan OAT pasien DR-TB tidak memperburuk outcome klinik pasien.

Tuberculosis (TB) is an infectious disease that can cause death. Indonesia had the third largest TB case in the world. The severity of TB leads to the incidence of DR-TB (DruIndonesia g-Resistant Tuberculosis). DR-TB treatment requires many anti tuberculosis drug (OAT) so the risk of DRPs increased. The purpose of this study is to determine DRPs pattern of OAT usage and to evaluate the relation of DRPs and clinical outcomes of DR-TB treatment. This research is a cross sectional research with retrospective data, the data were collected from the medical record of DR-TB patients in Instalasi Rawat Jalan and Poli Anak RSUP Dr Sardjito Yogyakarta in periode 2016-2019. The samples were collected by purposive sampling technique. The analysis of DRPs pattern based on PCNE V8.03 and the clinical outcomes of the antibiotic use were analyzed descriptively. The relation of DRPs and clinical outcome were analyzed by chi-square method. The DRPs of OAT treatment occur in 31 patients (93.94%) from 33 patients. The most occuring type of DRPs is the presence of drug side effect in 102 cases occurring in 31 patients. The frequent side effects are vomiting and nausea occur in 21 patients and hypothyroidism in 18 patients. DRPs of drug interactions occurred in 19 patients, the contraindicated drug were 3 patients, low dose were 3 patients, and over dose were 1 patient. The presence of DRPs on OAT treatment does not exacerbate the clinic outcomes of DR-TB patients.

Kata Kunci : DR-TB, obat anti tuberkulosis (OAT), outcome klinik

  1. S1-2020-395641-abstract.pdf  
  2. S1-2020-395641-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-395641-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-395641-title.pdf