Laporkan Masalah

Gambaran Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pria Pasangan Usia Subur tentang Alat dan Obat Kontrasepsi di Kota Yogyakarta

FARIZA PUTRI AULIA, Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc

2020 | Skripsi | S1 FARMASI

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia. Pesatnya pertumbuhan penduduk menyebabkan jumlah penduduk di Indonesia semakin besar. Jumlah penduduk yang banyak ini memiliki potensi yang rentan terhadap permasalahan kependudukan. Dari permasalahan yang ada, pemerintah membuat program bertujuan untuk mengurangi angka kelahiran yaitu program Keluarga Berencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pria pasangan usia subur terhadap penggunaan Alat dan Obat Kontrasepsi di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif analisis melalui pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara convenience sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pria pasangan usia subur di Kota Yogyakarta. Data diambil dengan pengisian kuesioner yang berisi aspek tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik dari pria pasangan usia subur tentang alat dan obat kontrasepsi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pria pasangan usia subur dalam kategori tinggi dengan skor sebesar 72,4. Sikap dari pria pasangan usia subur termasuk kategori positif dengan skor sebesar 69,77. Hanya 37,25% dari 102 pria yang menggunakan kontrasepsi. Kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah kondom. Terdapat hubungan yang signifikan antara status pekerjaan terhadap sikap pria pasangan usia subur. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dari pria pasangan usia subur.

Indonesia is the 4th most populated country in the world, with around 260 million people. This number keeps increasing due to the rapid growth of population. With this number, there are some potential problems such as availability of foods or place to live. The government established a program called Family Planning (FP) in order to overcome these problem by reducing birth rate. This study discussed the knowledge, attitude, and practice of men on contraceptive drugs and devices in Yogyakarta, Indonesia. This research used a descriptive analysis method through a cross-sectional approach. The type of sampling is convenience sampling and the subjects of this study were men that live in Yogyakarta. The respondents filled out questionnaires that had been tested for validity and reliability. The questionnaire consisted of three parts, which were knowledge, attitude, and practice. The analysis of the data used descriptive and bivariate analysis with Kolmogorov Smirnov and Mann-Whitney. The result showed that the average score of knowledge was 72,4. This showed that contraceptive drugs and devices are well-known among men in Yogyakarta. The average score of attitudes was 69,77 which showed that the respondents has positive attitude of contraceptive drugs and devices. From a total of 102 respondents, only 37,25% used contraception. The most used contraception is condom. There was a correlation between employment status and respondent�s attitudes. There was no correlation between knowledge and attitudes.

Kata Kunci : alat dan obat kontrasepsi, pria pasangan usia subur, pengetahuan, sikap, praktik

  1. S1-2020-397262-abstract.pdf  
  2. S1-2020-397262-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-397262-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-397262-title.pdf