Laporkan Masalah

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KABUPATEN SLEMAN

JOCELYN SHEILA, Dr. apt. Anna Wahyuni Widayanti, MPH.

2020 | Skripsi | S1 FARMASI

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol untuk mencegah komplikasi. Kepatuhan dan pengetahuan tentang penyakit dan pengobatannya merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan terapi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan kepatuhan pasien diabetes tentang penggunaan obat, serta hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan pengobatan di Kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan dengan rancangan cross-sectional dengan jenis penelitian studi deskriptif dan korelatif. Subjek penelitian adalah pasien DM tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Mlati 1, Depok 2, dan Depok 3. Responden berjumlah 56 pasien. Digunakan kuesioner DKQ-24 untuk mengukur tingkat pengetahuan dan ProMAS untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis hubungan pengetahuan dan kepatuhan digunakan uji Pearson�s Correlation. Subjek penelitian didominasi dengan pasien berusia �60 tahun (62,5%), perempuan (68%), terdiagnosis DM tipe 2 selama �5 tahun (57%), kadar GD terkontrol (59%), tanpa penyakit penyerta (59%), dan mengonsumsi 2 obat (64%), serta pasien dengan tingkat pengetahuan sedang (84%) dan pasien dengan tingkat kepatuhan sedang-tinggi (57%). Berdasarkan variabel sosiodemografi, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan jenis kelamin (p=0,004). Tidak ditemukan adanya hubungan sosiodemografi dengan kepatuhan. Ditemukan adanya hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan (p=0,030; r=0,290). Diperlukan upaya intervensi oleh tenaga kesehatan dengan mengedukasi pasien terkait penyebab diabetes dan pengobatannya, serta penyusunan strategi untuk meningkatkan kepatuhan pasien.

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that can not be cured but can be controlled to prevent complications. Compliance to treatment and knowledge about the disease and its treatment are factors that can affect the success of therapy in diabetic patients. The study aimed to determine the knowledge and compliance of diabetic patients regarding drug use, and to discover the relationship between knowledge and medication compliance at in Sleman Regency. A cross-sectional study was conducted with descriptive and correlative study research types. The study subjects were diabetes mellitus type 2 outpatients in Mlati 1, Depok 2, and Depok 3 Public Health Center. The study respondents were 56 patients. DKQ-24 questionnaire was used to measure the level of knowledge and ProMAS to measure the level of compliance. Analysis of the relationship between knowledge and compliance used Pearson's Correlation test. Subjects were dominated by patients aged � 60 years (62.5%), women (68%), diagnosed with type 2 DM for � 5 years (57%), controlled blood glucose (59%), without comorbidities (59%), and take 2 drugs (64%), also patients with moderate levels of knowledge (84%) and patients with moderate-high levels of compliance (57%). Based on the sociodemographic variables, there is a relationship between knowledge and gender (p = 0.004). No association was found between sociodemographic and compliance. The study found an association between knowledge and compliance (p = 0,030; r = 0,290). Intervention by health workers are needed by educating patients about the causes of diabetes and its treatment, also developing strategies to improve patient compliance.

Kata Kunci : pengetahuan, kepatuhan, Diabetes Melitus tipe 2 / knowledge, compliance, type 2 Diabetes Mellitus

  1. S1-2020-397282-abstract.pdf  
  2. S1-2020-397282-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-397282-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-397282-title.pdf