Laporkan Masalah

Apology Strategies Produced by Indonesian and Australian University Students

PRILA NUR AMALINA, Dr. Aris Munandar, M.Hum.

2020 | Skripsi | S1 SASTRA INGGRIS

Penelitian ini dilakukan untuk mengklasifikasikan dan membandingkan strategi permintaan maaf antara mahasiswa Indonesia dan Australia. Data diperoleh menggunakan metode Discourse Completion Task (DCT), mewawancarai masing-masing 10 mahasiswa Indonesia dan 10 mahasiswa Australia di Yogyakarta. Ditemukan sebanyak 120 permintaan maaf dalam respons mahasiswa Indonesia, sedangkan mahasiswa Australia mengungguli Indonesia dengan 142 permintaan maaf. Respons para mahasiswa tersebut lalu diklasifikasikan menggunakan teori Apology Strategies yang dibuat dalam proyek Cross-Cultural Speech Act Realization Patterns (CCSARP) (Cohen & Olshtain, 1981; Blum-Kulka, House, & Kasper, 1989) dan dianalisis lebih jauh sesuai dengan perspektif budaya dari kedua negara tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok penutur tersebut cenderung bersikap jujur dan mencoba untuk menebus kesalahan mereka. Meski begitu, latar belakang budaya yang berbeda; Indonesia dengan hierarki-nya yang kuat dan Australia yang egaliter menyebabkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap cara mereka memberikan respon terhadap situasi yang diberikan. Penelitian ini diharapkan dapat mengkontribusikan pandangan baru mengenai perbedaan mengekspresikan permintaan maaf dalam kehidupan kampus sehari-hari di Indonesia dan Australia.

This research is conducted to classify and compare the apology strategies between Indonesian and Australian university students. The data were collected using the Discourse Completion Task (DCT) method, interviewing each 10 Indonesian and 10 Australian university students in Yogyakarta. There were found 120 apologies in the Indonesian students' responses whereas the Australians outnumbered them with 142 apologies. The students' responses were then classified using the theory of Apology Strategies according to the project of Cross-Cultural Speech Act Realization Patterns (CCSARP) (Cohen & Olshtain, 1981; Blum-Kulka, House, & Kasper, 1989) and analyzed further according to the cultural perspectives of both countries. The overall result shows that both speaker groups tend to be honest and try to make up for the mistake. However, the different cultural backgrounds, with Indonesians being intensely hierarchical and the Australians being egalitarian, have made a significant difference in the way they respond to the presented situations. This research is expected to be able to contribute new perspectives about the differences in expressing apology in the daily campus lifestyle of Indonesia and Australia.

Kata Kunci : strategi permintaan maaf, Indonesia, Australia, mahasiswa, perbedaan budaya

  1. S1-2020-399726-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399726-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399726-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399726-title.pdf