Laporkan Masalah

STRATEGI BERTAHAN HIDUP PEMANDU KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DEWA BEJO, DESA BEJIHARJO, KECAMATAN KARANGMOJO, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

SAURDOT SITORUS, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si

2020 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Banyaknya permasalahan ketenagakerjaan, upah menjadi masalah paling dominan. Hal ini juga dialami oleh pekerja di sektor pariwisata. Pemandu wisata merupakan salah satu bidang usaha di bidang pariwisata yang sifatnya informal. Angka jumlah wisatawan yang tidak bisa dipastikan sangat berdampak pada penghasilan pemandu wisata. Dewa Bejo merupakan salah satu kelompok sadar wisata yang menawarkan jasa pelayanan wisata di Desa Bejiharjo. Awal perkembangannya, Dewa Bejo memperoleh penghasilan tinggi tetapi selama tiga tahun terakhir, pemandu wisata Dewa Bejo mengalami penurunan penghasilan. Jumlah wisatawan yang banyak menurun, persaingan harga tiket masuk yang tidak sehat, hingga kebijakan yang dirasa tidak tepat adalah penyebab utama penurunan penghasilan yang dialami oleh pemandu wisata Dewa Bejo. Penelitian ini menggunakan konsep strategi bertahan hidup oleh Edi Suharto. Strategi bertahan hidup digolongkan ke dalam tiga bentuk strategi yaitu strategi aktif (mengoptimalkan segala potensi keluarga), strategi pasif (mengurangi pengeluaran keluarga), dan strategi jaringan (menjalin relasi, baik formal maupun dengan lingkungan sosialnya dan lingkungan kelembagaan). Desain penelitian deskriptif digunakan sehingga dapat menjelaskan secara mendalam tentang strategi bertahan hidup pemandu wisata Dewa Bejo. Penentuan informannya dilakukan dengan Snowball Sampling yang terdiri dari 12 pemandu Dewa Bejo, 3 pengurus Dewa Bejo, dan 1 wakil dari BUMDes Maju Mandiri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi bertahan hidup para pemandu dilakukan dalam tiga bentuk strategi. Strategi aktif dengan memiliki pekerjaan di luar Dewa Bejo yaitu memanfaatkan lahan tani milik keluarga, menjadi buruh tani, buruh bangunan hingga menjadi sopir, mengoptimalkan peran anggota keluarga yaitu mengandalkan anggota keluarga lain ikut bekerja, dan menggunakan sumber daya milik keluarga seperti ladang, sawah, dan ternak. Strategi pasif yaitu mengurangi pengeluaran dengan cara membeli barang kebutuhan yang harganya lebih murah, mengambil sayur di kebun, mengganti jenis lauk, mengurangi jajan anak hingga membuat daftar belanja sehari-hari. Strategi jaringan yaitu menjalin pertemanan yang dekat dengan teman kerja dan melakukan pinjaman ke koperasi Dewa Bejo ketika dalam masa kesulitan keuangan. Kata kunci: pemandu wisata, sektor pariwisata, strategi bertahan hidup

With many employment issues, wage and salary issues are the most dominant ones. This issues are also experienced by workers in the tourism industry. Tour guides are part of the informal business sectors in the tourism industry. The uncertain number of tourists greatly affects the income of the tour guides. Dewa Bejo is one of the tourism awareness groups offering tourism services in Bejiharjo Village. In its early development, Dewa Bejo managed to earn a high income but over the last three years, Dewa Bejo tour guides have been experiencing a decline in income. The declining number of tourists, the unhealthy competition on admission tickets, and the policies that were deemed inappropriate are the main causes of the declining income experienced by Dewa Bejo tour guides. This study uses the survival strategies proposed by Edi Suharto. Survival strategies are classified into three types of strategies, namely active strategy (optimizing all family potentials), passive strategy (reducing family expenses), and network strategy (establishing relationships, both formal and social environment, also institutional environment). Descriptive research design is used to explain in depth about the survival strategies of Dewa Bejo tour guides. Snowball sampling technique is used to determine the informants, consisting of 12 Dewa Bejo tour guides, 3 management staff, and one representative from BUMDes Maju Mandiri. The data are collected through observation, interviews, literature study, and documentation. The results of the study indicate that the three types of survival strategies were done by Dewa Bejo tour guides. The active strategy of having another jobs by using the family-owned farmland, becoming farm laborers, construction workers, drivers, and optimizing the role of family members to work and use family-owned resources such as fields and livestock. The passive strategy of reducing expenses by buying staple goods that are cheaper, taking vegetables from the garden, changing the type of side dish, reducing children�s pocket money, and making a daily shopping list. The network strategy of establishing close friendships with coworkers and taking loans from Dewa Bejo cooperative in times of financial difficulties. Keywords: tour guides, tourism industry, survival strategies

Kata Kunci : pemandu wisata, sektor pariwisata, strategi bertahan hidup,tour guides, tourism industry, survival strategies

  1. S1-2020-394624-abstract.pdf  
  2. S1-2020-394624-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-394624-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-394624-title.pdf