Kekerabatan Bahasa Geser dan Bahasa Melayu Ambon
DEWI MAYANGSARI, Dr. Hendrokumoro, M.Hum.
2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perangkat korespondensi fonemis, hubungan kekerabatan, dan menunjukkan waktu pisah bahasa Geser dan bahasa Melayu Ambon. Kedua bahasa tersebut termasuk ke dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia, yakni bahasa-bahasa Hesperonesia dan bahasa-bahasa Maluku, sehingga bahasa ini diduga memiliki kekerabatan yang cukup dekat. Hal ini dapat dibuktikan melalui korespondensi fonemis dan leksikostatistik pada kedua bahasa yang diperbandingkan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari informan berupa isian kuesioner disertai hasil rekaman sedangkan data sekunder, yakni dari studi pustaka melalui kamus bahasa Melayu Ambon. Adapun alat penjaring data digunakan daftar kosakata Swadesh yang berisi 200 kosakata dasar dan 100 kosakata tambahan dari Kern. Semua kata tersebut dianggap ada sejak permulaan penyebaran bahasa-bahasa Austronesia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Sementara metode analisis data menggunakan metode leksikostatistik, metode penyajian hasil analisis disajikan secara informal dan formal. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Perangkat korespondensi fonemis sebanyak 8 macam, yaitu /k/~/zero/, /f/~/p/, /w/~/b/, /n/~/ng/, /h/~/zero/, /zero/~/b/, /u/~/o/, dan /i/~/e/. Adapun tipe perubahan bunyi yang ditemukan antara lain pewarisan dengan perubahan, perpaduan, pewarisan dengan penghilangan, lenition, sound addition, metatesis, penggabungan, dan asimilasi. 2) Berdasarkan perhitungan leksikostatistik, dari 300 kosakata ditemukan 10 gloss tidak diperhitungkan. Kemudian, dari 290 kosakata ditemukan 114 kosakata kerabat dan 176 nonkerabat. 3) Status kekerabatan bahasa Geser dan bahasa Melayu Ambon adalah keluarga. Kedua bahasa tersebut memiliki persentase kesamaan sebesar 39% dan diperkirakan bahasa Geser dan bahasa Melayu Ambon merupakan bahasa tunggal pada rentang waktu 2.285-2.055 tahun yang lalu serta mulai berpisah dari bahasa proto antara tahun 265-35 SM (dihitung dari tahun 2020).
This study aims to describe the phonemic correspondence sets, kinship relations, and shows the separation time of the Geser language and Malay Ambon language. Both languages are included in the Malay-Polynesian language family, namely Hesperonesian languages and Maluku languages, so that these languages are thought to have a fairly close kinship. This can be proven through phonemic and lexicostatistic correspondence in the two languages being compared. The type of data used is primary data and secondary data. Primary data sources were obtained from informants in the form of questionnaires accompanied by recordings while secondary data, namely from literature studies through the Malay Ambon dictionary. The data filtering tool uses a Swadesh vocabulary list containing 200 basic vocabularies and 100 additional vocabularies from Kern. All of these words are thought to have existed since the beginning of the spread of Austronesian languages. The data collection method used is the method of listening with the ability to engage in competent free listening. While the data analysis method uses the lexicostatistic method, the method of presenting the results of the analysis is presented informally and formally. From the research conducted, the following results were obtained: 1) The phonemic correspondence set of 8 types, namely. /k/~/zero/, /f/~/p/, /w/~/b/, /n/~/ng/, /h/~/zero/, /zero/~/b/, /u/~/o/, dan /i/~/e/. The types of sound change found include inheritance with change, merger, inheritance with disappearance, lenition, sound addition, metathesis, fusion, and assimilation. 2) Based on lexicostatistic calculations, from 300 vocabularies found 10 gloss is not counted. Then, from 290 vocabularies found 114 vocabulary relatives and 176 non-relatives. 3) Kinship status of the Geser language and Malay Ambon language is family. The two languages have a 39% similarity percentage and it is estimated that the Geser and Malay Ambon languages were single languages in the span of 2.285-2.055 years ago and began to separate from the proto language between 265-35 BC (calculated from 2020).
Kata Kunci : korespondensi fonemis, leksikostatistik, kekerabatan bahasa