Laporkan Masalah

The Effect of Emotional Intelligence And The Development of Future Accountants to Accounting Students' Accountability

PRADITYA MUHAMMAD S, Hardo Basuki, Dr., M.Soc.Sc., CSA., CA.

2020 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Korupsi sebagaimana yang beredar hari ini adalah sebuah konstan dan terjadi di masyarakat manapun. Bila kita bisa melihat korupsi dari sisi lain, korupsi adalah hasil dari pembuatan keputusan etis yang buruk. Pembuatan keputusan etis yang buruk adalah buah hasil dari akuntan profesional yang kurang layak dipercaya. Pembuatan keputusan etis adalah berdasarkan perasaan, menggabungkan kedua emosi dan profesionalitas adalah kedua hal yang kontradiktif. Profesi akuntan tersendiri adalah pekerjaan mulia, dalam arti memang seharusnya profesi akuntan selalu dapat dipercaya untuk melakukan pekerjaan mereka. Profesi akuntan tersendiri dimulai dari awal program akuntansi dari universitas atau sederajat, perkembangan dari mereka dapat diukur apa bila mereka dapat dipercaya atau tidak. Kecerdasan emosional dalam profesi akuntan membuat sebuah keputusan etis, baik atau buruk. Dalam banyak kejadian, mereka yang telah membuktikan dengan keputusan etis yang baik adalah mereka yang patut dipercaya. Pengukur dari perkembangan dari akuntan pada masa yang akan datang ini secara umum dapat dilihat dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai salah satu persyaratan pendaftaran pekerjaan, mereka yang memiliki IPK tinggi sering kali dilirik oleh banyak perusahaan. Penelitian ini telah menghasilkan kedua hasil hubungan positif dan hubungan negatif dari kecerdasan emosional dan perkembangan akuntan pada masa yang akan datang pada akuntabilitas mahasiswa akuntansi dengan menggunakan metode analisis regresi.

Corruption, as we see today is a constant in society and occurs in many civilizations. If we could see corruption in a different light, corruption is the output of bad ethical decision making. Bad ethical decision making is the outcome of the less likely accountable accounting professionals. Ethical decision making is based on emotions, to fuse professionalism and emotions are two contradicting terms. The accounting profession itself is well privileged, the employment of the accounting profession is highly accountable to do their tasks. The accounting profession itself began in the early stages of the accounting program in universities or of the same degree, the development itself is measured whether or not they are deemed accountable or not. Emotional intelligence in the accounting profession makes whether an ethical decision, good or bad. In many cases, those who have made good ethical decisions are deemed to be highly accountable. The measurement of the development in future accountants are generally informed with their Grade Point Accumulated (GPA) as one of the requirements of job applications, those who had a high GPA are mostly overlooked by companies. This research has resulted in both positive and negative results based on the relationship of emotional intelligence and the development of future accountants to the accounting students' accountability using the regression analysis method.

Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, IPK, Akuntabilitas, Pembuatan Keputusan Etis

  1. S1-2020-381727-abstract.pdf  
  2. S1-2020-381727-bibliography.pdf  
  3. s1-2020-381727-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-381727-title.pdf