MODEL BISNIS GALANGAN KAPAL BARU DI PROVINSI SULAWESI SELATAN
ANWAR MATTAWAPE, Mrs. Nurul Indarti sivilokonom, Cand. Merc., Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan 17.504 pulau. Garis pantai Indonesia adalah 3.977 mil yang membentang antara Samudra Hindia dan Pasifik. Total 70% rute perdagangan dunia melewati wilayah Asia Pasifik, 45% rute ini melewati Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Dalam 13 tahun terakhir peningkatan jumlah kapal 356% dari 6.041 unit pada Mei 2005 menjadi 29.928 unit pada Oktober 2018. Sementara itu, total galangan kapal di Indonesia adalah 250. Di wilayah timur Indonesia hanya 30 galangan kapal (12%) dan kapal yang bersirkulasi 1.324 kapal tetapi hanya 279 kapal (20%) sedang diperbaiki di daerah ini. Ironisnya Galangan Di Provinsi Sulawesi Selatan hanya satu galangan dalam 30 tahun terakhir. PT. Dok Bahari Nusantara (DBN) didirikan pada 2012 untuk mengembangkan pengembangan bisnis dan peningkatan kapal. PT.DBN melihat posisi Provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk ekspansi bisnis galangan di masa depan. Dalam penelitian ini metode penelitian yang dilakukan meliputi FGD, seminar dan wawancara, dan tinjauan pustaka. Penulis menggunakan data yang dikumpulkan dan menganalisanya menggunakan metode kualitatif dengan analisis konten dan merancang model bisnis yang sesuai. Desain model bisnis didasarkan pada konsep model bisnis sembilan blok oleh Osterwalder dan Pigneur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis PT.DBN untuk pembangunan galangan kapal baru di provinsi Sulawesi Selatan dapat mengurangi ketidaksetaraan layanan galangan kapal di Indonesia Timur. Pada proyeksi keuangan hasil perhitungan Net Present Value (NPV) adalah IDR 741.993.840.739, Pengembalian Suku Bunga (IRR) adalah 42%, dan Periode Pembayaran Kembali 3.01 tahun. Hasil analisis ini menjelaskan bahwa rencana ini layak.
Indonesia is the largest archipelago country in the world, with 17,504 islands. Indonesia's coastline is 3,977 miles stretching between the Indian Ocean and the Pacific. The total of 70% of the routes of world trade passes through the Asia Pacific region; 45 % of these routes pass through Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). In the past 13 years, ship number increasing 356% from 6,041 units in May 2005 to 29,928 units in October 2018. Meanwhile, the total shipyard in Indonesia is 250. In the eastern region of Indonesia, only 30 shipyards (12%) and ships circulating 1,324 ships, but only 279 ships (20%) are being repaired in this area. Ironically, Shipyard in South Sulawesi Province is only one shipyard in the past 30 years. PT.Dok Bahari Nusantara (DBN) established in 2012 to develop business development and improvement of ships. PT.DBN sees the position of South Sulawesi Province as having great potential for future shipyard business expansion. In this study, research methods carried out include FGD, seminars and interviews, and literature review. The author uses the data collected and analyzes it using qualitative methods with content analysis and designing appropriate business models. The design of the business model is based on the concept of a nine-blocks business model canvas by Osterwalder and Pigneur. The results show that the business model of PT.DBN, for the construction of a new shipyard in the province of South Sulawesi, can reduce the inequality of shipyard services in Eastern Indonesia. For finance projections, the calculation of Net Present Value (NPV) is IDR 741.993.840.739 Interest Rate Return (IRR) is 42%, and Pay Back Period 3.01 years. The results of this analysis explain that this plan is feasible.
Kata Kunci : Keywords: Ship, Shipyard, Business model canvas, South Sulawesi Province, PT.Dok Bahari Nusantara, Finance projections, NPV, IRR.