Laporkan Masalah

Kajian Bentuk Pemanfaatan Tanah Kas Desa Pinggiran Kota Yogyakarta Di Wilayah Kabupaten Sleman

HENI MA`RIFAH, Joni Purwohandoyo, S.Si., M.Sc.

2020 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Tanah kas desa merupakan bagian dari tanah desa yang digunakan untuk menunjang penyelenggaraan pemerintahan desa. Asal usul tanah kas desa yaitu tanah milik kasultanan yang diberikan kepada pemerintah desa berdasarkan hak Aggaduh. Adanya tanah kas desa dianggap dapat memberikan pemasukan kas desa sebagai pendapatan asli desa. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mendiskripsikan bentuk pemanfaatan tanah kas desa (2) mengetahui pengelolaan tanah kas desa (3) mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan tanah kas desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Data yang digunakan berupa data skunder dan data primer. Teknik pengumpulan data primer yaitu dengan wawancara mendalam kepada pemerintah desa. Data skunder didapat dari dokumen-dokumen milik pemerintah desa dan literatur yang mendukung penelitian. Penentuan informan dilakukan dengan probability sampling kepada pemerintah desa yang terdapat di tiga kecamatan di Kabupaten Sleman yaitu Kecamatan Depok, Gamping, dan Mlati. Hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk pemanfaatan tanah kas desa di setiap desa berbeda-beda yang meliputi lahan pertanian, lahan perikanan, kandang ternak, tempat usaha seperti kios atau ruko, gudang, rumah tingggal, rusunawa, kantor pemerintahan, fasilitas pendidikan dan fasilitas umum. Bentuk pemanfaataan paling banyak luasannnya didaerah penelitian berupa lahan pertanian. Pengelolaan tanah kas desa langsung dikelola oleh pemerintah desa dengan melibatkan masyarakat dan pihak ketiga sebagai penyewa. Tanah kas desa yang dikelola sendiri dan dimanfaatakan untuk lahan pertanian tidak memerlukan izin dari Gubernur. Pemanfaatan tanah kas desa untuk lahan non pertanian memerlukan izin Gubernur melalui Bupati dan dinas terkait. Berdasarkan hasil wawancara faktor utama dalam penentuan pemanfaatan tanah kas desa yaitu peraturan terkait tata ruang di Kabupaten Sleman dan kebutuhan lahan. Faktor pendukung dalam penentuan pemanfaatan tanah kas desa yaitu produktivitas lahan, ketersediaan fasilitas, dan masyrakat.

Village treasury land is part of the village land that is used to support village government arrangements. The origin of the village treasury land is the land of kasultanan that is given to the village government by means of Aggaduh rights. The presences of the village treasury land is thought to provide the village treasury income as the original income. The purpose of this research to present : (1) describe the land use of treasury land (2) know the management of village treasury land (3) analyzing the utilization factors of village treasury land. The method used in this research is qualitative description. The Data used for the research are secondary data and primary data. Primary data collection technique is by indepth interview with the village government. Secondary data was obtained from the documents owned by the village government and literature that is supporting the research. The determination of the informer is done with probability sampling toward villages government which are in three districts. The districts are Depok, Gamping and Mlati. The result of this study was obtained that the land use of treasury land in every village is different. The land use includes agriculture, fishery, cattle, businesses such as shops, ware house, housing, offices, educational and public facilities. In this research area, the most land use is agriculture. The management of the villages treasury land are immediately run by the village government rule with the people involved and third part as tenants. The treasury land of village management by it self and used for farmland does not require authorization from the government. The village treasury land use for non agriculture land require the governor permission through the regent and service related. Based on the result of the interview, the villages treasury land is the regulations of related space and land need in Sleman ragency. The contributing factors in determining village treasury land management is the land productivity, the availability of facilities and societies.

Kata Kunci : Tanah Kas Desa, Bentuk Pemanfaatan Lahan, Pemerintah Desa

  1. S1-2020-330896-abstract.pdf  
  2. S1-2020-330896-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-330896-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-330896-title.pdf