Laporkan Masalah

Peran Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2MSG) Dalam Mewujudkan Program Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Sebagai CSR PT. Semen Indonesia TBK Pabrik Tuban

KARINA AUSTRINA PUTRI, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M. Si

2020 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Coorporate Social Responsibility (CSR) adalah aturan yang diberlakukan bagi para pelaku usaha untuk melakukan tanggung jawab sosial perusahaan yang berpedoman pada aturan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban juga menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Kegiatan CSR berfokus pada aspek lingkungan dan aspek sosial masyarakat di area pengembangan perusahaan. Divisi Bina Lingkungan (BL) yang mengelola pelaksanaan CSR perusahaan memberikan kesempatan bagi mahasiswa PSDK untuk berproses dalam Program Magang CDO dan melakukan penelitian. Fenomena yang menjadi fokus penelitian penulis adalah peran Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2MSG) sebagai program baru perusahaan dalam mewujudkan program-program berbasis pemberdayaan masyarakat dengan berfokus di salah satu desa yaitu Desa Temandang. Informan penelitian ini berasal dari masyarakat Desa Temandang, perusahaan, dan pihak eksternal yang dipilih BL untuk melaksanakan P2MSG. Metode pengambilan data pada skripsi karya ini melalui partisipasi disetiap kegiatan bersama perusahaan, observasi, wawancara/diskusi/pertemuan/rapat, dokumen perusahaan, dokumentasi dan studi literatur. Kerangka teoritik yang digunakan adalah model pemberdayaan dari pelaksanaan P2MSG yaitu model development for community dengan pendekatan teori strukturasi Giddens. Hasil penelitian yang diperoleh adalah peran P2MSG dapat dilihat melalui 3 hal. Pertama, revitalisasi FMK dengan melakukan perubahan sistem keorganisasian yaitu masing-masing desa memiliki keorganisasiannya sendiri dan tidak lagi terintegrasi ditingkat kecamatan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan fasilitator dalam melakukan pengawasan dan menerapkan tahapan-tahapan P2MSG. Kedua, menempatkan fasilitator di tiap desa untuk memberikan pendampingan dan transfer ilmu kepada pengurus FMK. Sehingga, apabila fasilitator sudah tidak ada para pengurus FMK dapat melakukan apa yang fasilitator lakukan terutama dalam memberikan fasilitasi kepada organisasi masyarakat. Tetapi transfer ilmu tersebut kurang terlaksana karena masih banyak kelengkapan administratif sehingga pengurus FMK belum ikut serta dalam proses fasilitasi kepada organisasi masyarakat. Selain itu, pengurus FMK masih hanya sebatas melakukan apa yang di perintahkan oleh fasilitator. Ketiga, berfokus pada pendampingan organisasi masyarakat yang mana pengelolaan kegiatan dapat dilakukan secara swakelola yang sebelumnya tidak diperbolehkan karena terbentur peraturan perusahaan. Secara teoritik model pemberdayaan development for community dan teori strukturasi tidak berjalan secara linier. Model yang digunakan mengakibatkan pihak eksternal mendominasi dalam melaksanakan pemberdayaan kepada masyarakat dalam penelitian ini melalui fasilitator desa dan tim ahli. Pelaksanaan P2MSG adalah langkah awal yang bagus karena sudah mengarah dan berfokus pada program-program peningkatan kapasitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

Corporate Social Responsibility (CSR) is a rule that applies to business people to carry out corporate social responsibility based on the rule of Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. PT. Semen Indonesia The Tuban factory also carries out its social and environmental responsibilities. CSR activities focus on environmental aspects and social aspects of the community in the area of the company development. The Community Development Division (BL) which manages corporate CSR implementation provides opportunities for PSDK students to proceed in the CDO Internship Program and conduct research. The phenomenon that is the focus of the author's research is the role of the Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2MSG) as the company's new program in realizing community empowerment based programs by focusing on one of the villages, Temandang Village. The informants of this study came from the Temandang village community, companies, and external parties chosen by BL to implement the P2MSG. The method of taking data in the thesis of this work is through participation in every activity with the company, observation, interviews / discussions / meetings / meetings, company documents, documentation and literature studies. The theoretical framework used is the empowerment model of the P2MSG implementation, the development for community model with the Giddens structuration theory approach. The results obtained are the role of P2MSG can be seen through 3 things. First, the revitalization of FMK by changing the organizational system ie each village has its own organization and is no longer integrated at the sub-district level. This is done to facilitate the facilitator in conducting supervision and implementing the stages of P2MSG. Second, placing facilitators in each village to provide assistance and transfer knowledge to the FMK management. So, if the facilitator is no longer the FMK management can do what the facilitator does, especially in providing facilitation to community organizations. But the transfer of knowledge was not carried out because there were still many administrative completeness so that the FMK management had not yet participated in the facilitation process to community organizations. In addition, FMK administrators are still limited to doing what the facilitator tells them to do. Third, it focuses on assisting community organizations where the management of activities can be carried out in a self-managed manner which was previously not allowed due to company regulations. Theoretically the empowerment model of development for community and structuration theory do not run linearly. The model used resulted in external parties dominating community empowerment in this study through the village facilitator and expert team. The implementation of P2MSG is a good first step because it has led and focused on programs to increase community capacity and economic activities. Keywords : CSR, Structural Theory, Development for Community, P2MSG, PT. Semen Indonesia Tuban Factory.

Kata Kunci : CSR, Teori Strukturasi, Model Pemberdayaan Development for Community, P2MSG, PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban.

  1. S1-2020-384232-abstract.pdf  
  2. S1-2020-384232-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-384232-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-384232-title.pdf