Laporkan Masalah

Code Switching in a Multilingual Speaker by an Australian YouTuber "Londokampung"

QONITA NABILA BALQIS, Amin Basuki, S. S., M. A.

2020 | Skripsi | S1 SASTRA INGGRIS

Skripsi ini menganalisis alih kode yang digunakan oleh YouTuber asal Australia, Londokampung. Tujuan penelitian ini untuk mencari tipe dan alasan penggunaan alih kode pada Cak Dave, pemilik dari kanal YouTube Londokampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam menyusun skripsi ini, data dikumpulkan dengan cara menonton video YouTube dan merangkai daftar penemuan tersebut berdasarkan teori yang dipilih. Teori tersebut adalah teori milik Blom & Gumperz (1972) tentang tipe alih kode dan Malik (1994) pada 10 alasan penggunaan alih bahasa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sebanyak 35 ungkapan alih kode yang ditemukan dan terbagi dari dua tipe, alih kode situasi (15) dan alih kode metaforik (20). Untuk sepuluh alasan penggunaan alih kode berdasarkan teori Malik (1994), sebanyak 25.7% ungkapan didasari oleh penekanan suatu kata atau kalimat, diikuti dengan untuk membahasakan pembicara lain dan kurangnya register sebanyak 17.1%. Alasan lainnya adalah kebiasaan, suasana hati pembicara, makna semantik, untuk menunjukkan identitas sebuah grup, kurangnya kata yang sepadan, alasan pragmatis, dan untuk memikat perhatian.

This undergraduate thesis analyzes code switching used by a multilingual speaker on an Australian YouTuber, Londokampung. The aim is to find out the types and reasons used by Cak Dave, the owner of Londokampung. The research uses descriptive qualitative method. In conducting the research, the findings are collected by watching the YouTube videos and making the lists based on the theories applied. The theories used are code switching by Blom & Gumperz (1972) for analyzing the types and Malik (1994) in finding the ten reasons of code switching. Based on the research, it proves that there are 35 utterances of code switching. The result shows that code switching is classified into two types: situational code switching and metaphorical code switching. To make it detail, 20 utterances are classified as metaphorical code switching and 15 utterances are situational code switching. As the analysis of ten reason which proposed by Malik (1994), it shows that 25.7% of the findings is to emphasize a point, followed by 17.1% of the utterances is caused, each by, lack of register and to address a different audience. The other reasons are habitual expression (11.4%), mood of the speaker (8.6%), sematic significance (5.7%), to show identity with a group (5.7%), lack of facility (2.9%), pragmatic reasons (2.9%), and to attract attention (2.9%).

Kata Kunci : sosiolinguistik, alih kode, multibahasa, YouTube

  1. S1-2020-365635-abstract.pdf  
  2. S1-2020-365635-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-365635-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-365635-title.pdf