Laporkan Masalah

MISRECOGNITION DALAM PRAKTIK HIJRAH SELEBRITI DI MEDIA

GLORIA NATALIA D, Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si.

2019 | Tesis | MAGISTER KAJIAN BUDAYA DAN MEDIA

Penelitian ini menganalisis praktik berhijrah selebriti di media massa online dan media sosial. Penelitian diawali dengan analisis atas habitus Arie Untung di arena sebelum berhijrah dan sesudah berhijrah. Habitus Arie digunakan untuk menelusuri habitus selebriti Kajian Musawarah dalam berhijrah. Habitus selebriti Kajian Musawarah ini lantas digunakan untuk melacak kelas sosial dan selera yang menstrukturkan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan metode analisis etnografi visual serta teori praktik dan konsep kekerasan simbolis dari Pierre Bourdieu, konsep modal spiritual dari Bradford Verter, dan konsep modal selebriti dari Olivier Driessens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hijrah merupakan strategi bagi selebriti untuk meraih sumber daya material dan non-material. Hijrah juga merupakan gaya hidup kelas dominan yang memiliki habitus rasa perbedaan (distingsi) yang terekspresikan dalam selera atas karya legitim serta konsumsi mewah dan intelektual. Dengan gaya hidup hijrah ini, kelas dominan mampu mereproduksi dirinya dengan rupa baru berupa penggunaan simbol-simbol Islam. Kelas dominan mengukuhkan posisinya di ruang sosial dan melakukan upaya-upaya dominasi dengan cara menanamkan doxa berupa praktik beragama yang konsumtif dibungkus dengan narasi penyesalan atas laku hidup profan di masa lalu. Doxa sebagai wujud kekerasan simbolis yang dilakukan kelas dominan berakar dari kesalahpengenalan (misrecognition) umat atas kepentingan ekonomi dan politik yang melekat dalam praktik berhijrah selebriti.

This study aims at analyzing the practice of hijrah among celebrities in mass and social media. It begins by looking into the habitus of Arie Untung in the pre and post-hijrah arena, in order to further examine the habitus of celebrities of Kajian Musawarah in practicing their hijrah. The findings will be used to trace how social class and tastes structure lifestyle. This study uses visual ethnography analysis as well as utilizing concepts of symbolic violence from Pierre Bourdieu, spiritual capital from Bradford Verter and celebrity capital from Olivier Driessens. The results of this study shows how hijrah is a strategy used by celebrities to amass material and non-material resources. Hijrah has also become a dominant class lifestyle that has its own distinction habitus, expressed through taste in legitimized works and luxurious and intellectual consumptions. By using Islamic symbols, dominant class manages to reproduce themselves into a new presentation. The dominant class solidifies its position in the social space and made domination efforts by instilling doxa through consumptive religious practices, wrapped in the narration of regrets of their profane life in the past. Doxa as a form of symbolic violence by the dominant class is rooted in the misrecognition of the people over the economic and political interests that are inherent in the hijrah lifestyle practiced by celebrities.

Kata Kunci : hijrah, gaya hidup, kekerasan simbolis, misrecognition, selebriti.

  1. S2-2019-420041-abstract.pdf  
  2. S2-2019-420041-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-420041-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-420041-title.pdf