Laporkan Masalah

NASIONALISME RELIGIUS BARISAN ANSOR SERBAGUNA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF AKSIOLOGI

RIMA RONIKA, Prof. Drs. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum.,Ph.D of Arts

2019 | Disertasi | DOKTOR FILSAFAT

Disertasi ini berjudul Nasionalisme Religius Barisan Ansor Serbaguna Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Perspektif Aksiologi. Barisan Ansor Serbaguna atau lebih dikenal dengan sebutan Banser, adalah contoh badan otonom NU dari Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang mewarisi semangat nasionalisme. Nasionalisme tidak hanya sekedar doktrin kewajiban bernegara bagi setiap warga negara. Nasionalisme sudah menjadi doktrin agama, yang dalam hal ini adalah NU, dalam menanamkan jiwa nasionalisme kepada setiap anggotanya, karena agama mempunyai andil besar terhadap karakter seseorang. Oleh karena itu, nasionalisme atau jiwa kebangsaan sangat erat kaitannya dengan agama yang melahirkan sikap religiusitas. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan dasar aksiologi, sejarah berkembangnya, dan makna aksiologis Nasionalisme Religius Barisan Ansor Serba Guna dengan mengambil lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang didukung oleh penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode pengumpulan data pustaka, dan teknik pengumpulan data lapangan dengan metode observasi, partisipatoris, wawancara mendalam (indepth interview), dan menggunakan teknik snowball. Analisis data menggunakan unsur metodis interpretasi, historis, dan heuristik. Nasionalisme Religius Banser dibentuk oleh sejarah panjang Bangsa Indonesia dari sebelum kemerdekaan. Hubbul wathan minal iman adalah wujud dari fungsi agama sebagai pembawa rahmat dengan jalan menjaga kedamaian negara. Nilai yang menjadi dasar acuan adalah nilai yang berasal dari ajaran ahlussunnah waljamaah annahdliyah, yang diwarisi oleh Banser. Ahlussnunnah wal jamaah sebagai dasar nilai religiusitas dan annahdliyah sebagai dasar dari nilai kebangsaan. Nasionalisme dan Religiusitas adalah dua kutub yang saling menguatkan. Nasionalisme Religius menjadi ethos Banser melalui adab, yaitu ketakdiman Banser terhadap kiai. Barokah kiailah yang menjadi akar dari nilai nasionalisme yang dimiliki oleh Banser. Seragam doreng mirip TNI, adalah cerminan dari jiwa santri yang nasionalis. Dasar timbulnya nasionalisme yang ada pada Banser ini sekaligus memberikan penguatan, bahwa akar nasionalisme Indonesia adalah berasal dari kaum santri.

This desertation titled as Religious Nationalism For The Special Region Of Yogyakarta In The Axiology Perspective. Barisan Ansor Serbaguna or better known as Banser, is an example of an NU autonomous agency of the youth movements of the Ansor (GP Ansor) based on a spirit of nationalism. This is apparent from his harsh demeanour on ISIS, with the statement NKRI harga mati, is a manifestation of an attitude of Defense of the State and of the unity of the country against. These actions certainly did not escape from the doctrine of the religion, which in this case is NU, in instilling the soul of nationalism to any members, because religion has a share of one's character. Therefore, nationalism or national psyche is closely associated with religion that gave birth to the attitude of religiosity. Based on these things then this research intended to discover the basis of axiology, history of the rise, and the meaning of axiology religiosity of nationalities Barisan Ansor Serbaguna to take the scope of the special region of Yogyakarta. This research is library research supported by field research. Library research using literature data collection methods, and techniques of field data collection by observation, participatory methods, in-depth interviews, and using the technique of snowball. Data analysis using interpretation methodical, historical, and heuristics. Religious nationalism Banser was formed by the long history of the Indonesian nation from before independence. Hubbul Watan minal iman is a manifestation of religious function as the bearer of mercy with the way of keeping the peace of state. The value that is the basis of reference is the value derived from the teachings of Ahlussunah Waljamaah Annahdliyah, inherited by Banser. Ahlussnunnah wal Jamaah as the basis of the value of religiosity and Annahdliyah as the basis of the national value. Nationalism and religiusity are two poles that reinforce each other. Religious nationalism became the ethos of Banser by Adab, which is the fear of Banser to Kiai. The Blessing of kiai (Islamic preacher) of the roots of the value of nationalism owned by Banser. The armed forces like the TNI, are a reflection of a nationalist santri's soul. The basis of nationalism that exists in the Banser as well as provide reinforcement, that the roots of Indonesian nationalism is derived from the santri.

Kata Kunci : Barisan Ansor Serbaguna, Religious Nationalism, The Blessing of Kiai, Hubbul wathan minal iman

  1. S3-2019-389791-Abstract.pdf  
  2. S3-2019-389791-bibliography.pdf  
  3. S3-2019-389791-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2019-389791-title.pdf