Laporkan Masalah

Penggunaan Media Sosial untuk Komunikasi Ilmiah pada Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

NURUL FIKRIATI AYU H, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MURP., Ph.D

2019 | Tesis | MAGISTER KAJIAN BUDAYA DAN MEDIA

Komunikasi ilmiah menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan para akademisi khususnya mahasiswa untuk memperlancar kegiatan akademik. Komunikasi ilmiah memegang peranan penting proses penelitian karena di dalamnya interaksi antar kalangan akademisi terkait data, metode hingga hasil penelitian. Seiring perkembangan teknologi informasi, kegiatan komunikasi ilmiah difasilitasi oleh media informal seperti Facebook, WhatsApp dan media sosial lainnya. Terdapat dua tujuan dalam penelitian ini (1) Untuk mengukur tingkat penggunaan Facebook dan WhatsApp untuk komunikasi ilmiah; (2) Pengaruh motif pengguna (informasi, interkasi sosial, identitas pribadi) terhadap tingkat penggunaan media sosial Facebook dan WhatsApp untuk komunikasi ilmiah. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Penyebaran kuesioner kepada 90 mahasiswa S2 Sekolah Pascasarjana UGM yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan SPSS 21.0. Hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat penggunaan WhatsApp lebih tinggi dibandingkan penggunaan Facebook untuk tujuan komunikasi ilmiah. Motif informasi memiliki pengaruh signifikan dengan sumbangan efektif yang paling dominan sebesar 52,7%, sedangkan motif interaksi sosial sebesar 15,1% dan motif identitas pribadi sebesar 5,9%. Adapun kegiatan komunikasi ilmiah yang dilakukan adalah berupa pencarian dan penyebaran informasi, namun mahasiswa tidak memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan diskusi, kolaborasi dan meningkatkan kualitas diri sebagai akademisi.

Scholarly communication is one of the academics activities, especially done by students, to support their academic activities. Scholarly communication has an important role in research related to the interaction between data, method, and result. Informal scholarly communication is the beginning of formal scholarly communication (scholarly journal publications). Due to the development of technology, scholarly communication activities are facilitated by informal media such as Facebook, WhatsApp, and other social media. There are two purposes of this study (1) To measure the level of Facebook and WhatsApp user for scholarly communication; (2) To identify the effect of user motives (information, social interactions, and personal identity) on Facebook and WhatsApp used for scholarly communication. This study used the theory of Uses and Gratifications. The method in this research is quantitative explanatory research. Distributing questionnaires to ninety (90) masters students of UGM taken by purposive sampling technique. The data were analyzed using SPSS 21.0. The results showed that the level of WhatsApp usage was higher than Facebook for scholarly communication. The information motive has the most dominant significant effect and effective contribution of 52.7%, while the social interaction motive of 15.1% and the personal identity motive of 5.9%. Scholarly communication activities are mostly used for information seeking and information sharing. Students do not use social media to increase, collaboration and improve themselves as academics.

Kata Kunci : Komunikasi Ilmiah, Motif Pengguna, Tingkat Penggunaan Media Sosial, Facebook, WhatsApp

  1. S2-2019-422602-abstract.pdf  
  2. S2-2019-422602-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-422602-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-422602-title.pdf