Laporkan Masalah

Dinamika Psikologis Subjective Well-Being Pada Narapidana Remaja

LISTYOWENING M W P, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog

2019 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kota besar yang menjadi sorotan terkait tindak kriminalitas yang dilakukan remaja. Remaja dengan status residivis masih berpotensi melakukan kembali tindakan kriminal yang membuat mereka kembali berurusan dengan hukum. Salah satu penyebab berulangnya perilaku kriminalitas remaja adalah rendahnya subjective well-being remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika psikologis subjective well-being, sehingga nampak pola komprehensif aspek-aspek psikologis yang mempengaruhi terbentuknya subjective well-being pada narapidana remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus majemuk, dengan empat orang subjek narapidana remaja yang berlokasi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Wonosari, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang khas pada pola dinamika psikologis subjek yang memiliki skor subjective well-being yang tinggi dan subjek dengan skor subjective well-being yang rendah. Pola tersebut meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari makna hidup, pemaknaan pada kondisi saat ini, pemaknaan pada orangtua, emosi yang muncul, relasi dengan orangtua, relasi dengan lingkungan lapas, strategi koping, dan komtrol diri. Faktor eksternal terdiri dari kegiatan rutin besukan orangtua, dukungan dari keluarga/kerabat lain, perlakuan yang bersahabat dari petugas, adanya kegiatan yang menyenangkan, dan adanya kegiatan keagamaan.

The Special Region of Yogyakarta is one of the highlighted big cities in terms of its adolescent criminal acts. Adolescents with recidivist status still have the potential to reclaim criminal acts that have brought them back to dealing with the law. One reason for the recurrence of adolescent criminal behavior is the low subjective well-being of adolescents. This study aims to understand in depth the psychological dynamics of subjective well-being so that a comprehensive pattern of psychological aspects appears to influence the formation of subjective well-being in adolescents. This study uses a qualitative method with a compound case study design, with four subjects of juvenile prisoners located in the Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II (LPKA) Wonosari, Yogyakarta. The results showed that there were typical differences in the psychological dynamics patterns of subjects who had high subjective well-being scores and subjects with low subjective well-being scores. The pattern includes internal factors and external factors. Internal factors consist of the meaning of life, the meaning of the current conditions, the meaning of the parents, emotions that emerge, relationships with parents, relations with the prison environment, coping strategies, and self-control. External factors consist of routine activities of visiting parents, support from family / other relatives, friendly treatment from officers, the existence of fun activities, and religious activities.

Kata Kunci : subjective well-being, kriminalitas remaja, faktor risiko, faktor protektif

  1. S2-2019-403926-abstract.pdf  
  2. S2-2019-403926-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-403926-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-403926-title.pdf