Studi Kasus Komunitas Tuli "Deaf Art Community" di Yogyakarta
HERI WIJAYANTO, Dr. Rajiyem, S.I.P., M.Si
2019 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIPenelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai komunikasi nonverbal yang meliputi interaksi simbolik dan kompetensi komunikasi sebagai suatu fenomena komunikasi interpersonal antara orang-orang Tuli dan orang-orang dengar di sebuah komunitas Tuli di Yogyakarta yang bernama Deaf Art Community (DAC). Penelitian ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola perilaku, gaya bahasa, dan penggunaan simbol-simbol dan isyarat-isyarat apa saja yang yang disampaikan dan diterima dalam proses pembelajaran di dalam kelas bahasa isyarat. Peneliti memberikan gambaran dasar bahwa sering terjadi kesenjangan komunikasi antara orang-orang Tuli dan orang-orang dengar yang pada akhirnya mengakibatkan munculnya stereotip yang tidak baik di masyarakat terhadap orang-orang Tuli. Dalam hal ini peneliti mengangkat komunitas Tuli Deaf Art Community yang merupakan satu-satunya wadah komunitas orang-orang Tuli di Yogyakarta untuk mengembangkan minat dan bakatnya sebagai salah satu bentuk kontribusi di masyarakat serta memperbaiki pandangan buruk masyarakat tentang orang Tuli. Penelitian ini menggunakan teori kompetensi komunikasi interpersonal sebagai suatu prasarana untuk mengkaji unsur-unsur dasar dalam berkomunikasi secara tatap muka. Pada komunikasi interpersonal, kompetensi dalam berkomunikasi ditunjukkan dalam sepuluh poin penting guna mencapai komunikasi yang efektif oleh Rubin dan Martin. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi yang efektif antara orang Tuli dan orang dengar tidak mampu tercapai ketika orang dengar tidak menguasai bahasa isyarat ketika tanpa menggunakan perantara (penerjemah). Di samping itu peneliti turut menemukan bahwa komunikasi yang efektif mampu tercapai ketika masingmasing pihak menguasai baik bahasa isyarat maupun bahasa Indonesia baku sehingga memiliki pemahaman yang serupa.
This study aims to discuss the nonverbal communication which include symbolic interactions and communication competencies as a phenomenon of interpersonal communication between Deaf peoples and hearing peoples in a deaf community in Yogyakarta called Deaf Art Community (DAC). This research can be used to identify patterns of behavior, language style, and the use of symbols and signals that are conveyed and received in the learning process in the sign language class. The researcher provides a basic description that there is often a communication gap between deaf peoples and hearing peoples which ultimately results in the emergence of bad stereotypes in the community towards deaf people. In this case the researcher raised the Deaf Art Community, which is the only forum for the deaf community in Yogyakarta to develop their interests and talents as a form of contribution in the community and change the stereotype about deaf people. This study uses the theory of interpersonal communication competence as an infrastructure to examine the basic elements in communicating face to face. In interpersonal communication, competence in communication is shown in ten important points to achieve effective communication by Rubin and Martin. This study uses a case study method with a qualitative descriptive approach. This study found that effective communication between deaf people and hearing people was not able to be achieved when hearing people can't perform sign language without using an interpreter (translator). In addition, researchers also found that effective communication can be achieved when each party controls both sign language and standard Indonesian language so that they have a similar understanding.
Kata Kunci : Kompetensi komunikasi, Nonverbal, Tuli, Deaf Art Community