Laporkan Masalah

Perbedaan Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut Dengan Metode Audio-Braille dan Audio-tactile terhadap Tingkat Pengetahuan Pada Anak Tunanetra (kajian pada siswa usia 8-15 tahun di SLB/A Yaketunis Yogyakarta)

ELFA SELVIANA, drg Rosa Amalia, M.Kes, Ph.D ; Dr.drg Sri Widiati, MPH

2019 | Skripsi | S1 HIGIENE GIGI

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode audio-braille dan audio-taktil terhadap tingkat pengetahuan anak tunanetra usia 8-15 tahun. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan eksperimental semu pre-test dan post-test design. Subjek penelitian adalah siswa tunanetra di SLB/A Yaketunis yang terdiri dari 12 orang anak dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 diberi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode audio-braille, sedangkan kelompok 2 dengan metode audio-taktil. Peneliti memberikan kuesioner tentang pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yang terdiri dari 20 pertanyaan kepada seluruh subjek penelitian sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan pada penyuluhan dengan metode audio-taktil maupun audio-braille (p=0,401). Kesimpulan: Penyuluhan menggunakan metode audio-taktil dan audio-braille sama-sama efektif digunakan sebagai media penyuluhan pada anak tunanetra.

Objective: This study aims to determine the differences in the effectiveness of dental health education with audio-braille and audio-tactile methods on the level of knowledge in visually impaired children aged 8-15 years. Methods: This type of research is analytic study by quasi-experimental pre-test and post-test design. The subjects of this study were visually impaired students in SLB/A Yaketunis consisting of 12 children and divided into two groups. Group 1 was given dental health education by the audio-braille method, while group 2 was by the audio-tactile method. The researcher gave a questionnaire consisting of 20 questions about dental knowledge to all subjects before and after dental health education. The collected data were analyzed using descriptive statistic and t-test. Results: The results showed there was no significant difference in the level of knowledge in two groups of children received dental health education by the audio-tactile or audio-braille methods (p=0.401). Conclusion: Dental health education using audio-tactile and audio-braille methods are equally effective as media for counseling children with visual impairment.

Kata Kunci : penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, anak tunanetra, audio, braille, taktil, dental health education, visually impaired children, audio, braille, tactile

  1. S1-2019-316143-abstract.pdf  
  2. S1-2019-316143-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-316143-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-316143-title.pdf