Laporkan Masalah

KECEPATAN URBANISASI DI WILAYAH PINGGIRAN KAWASAN PERKOTAAN YOGYAKARTA TAHUN 2012 - 2016

MAGVIRAH A SELANG, Doddy Aditya Iskandar, S.T.,MCP.,Ph.D. (Pembimbing Utama);Retno Widodo Dwi Pramono, S.T.,M.Sc.,Ph.D.

2018 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Pembahasan mengenai urbanisasi tidak hanya terbatas pada proses perpindahan penduduk dari desa ke kota saja melainkan melibatkan perubahan fisik spasial, perubahan proporsi demografi dan kegiatan ekonomi (Bintarto, 1986). Menurut Yunus (2006) urbanisasi yang terjadi di wilayah pinggiran merupakan proses perubahan kehidupan kedesaan menjadi kekotaan sedangkan urbanisasi yang terjadi di kawasan perkotaan ialah sebagai perubahan tingkat kekotaan yang lebih rendah menjadi tingkat kekotaan yang lebih tinggi. Fenomena perkembangan wilayah pinggiran perkotaan bukanlah hal baru untuk dikaji. Di negara maju khususnya di wilayah Eropa, saat ini peri-urbanisasi hampir menyerupai dengan kawasan perkotaan sedangkan di negara berkembang peri-urbanisasi sangat terlihat perbedaan sebab terdapat campuran karakteristik perkotaan dan perdesaan. Hal tersebut tentunya terjadi di wilayah pinggiran Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY) sebab dalam 10 tahun terakhir KPY mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Sehingga peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi kecepatan urbanisasi yang terjadi di wilayah pinggiran KPY serta faktor-faktor yang memperngaruhi kecepatan urbanisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deduktif yaitu penelitian yang dilakukan berdasarkan teori-teori dan pandangan para ahli untuk mengidentifikasi variabel dan indikator yang kemudian diuji kesesuaiannya dilapangan. Dari teori-teori tersebut kemudian akan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif menggunakan statistik regresi dan korelasi sedangkan pendekatan kualitatif yang disesuiakan dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa Pada tahun tahun 2012-2014 terdapat 9 desa yang mengalami kecepatan urbansasi tinggi, 9 desa lainnya mengalami kecepatan urbanisasi sedang, dan 12 desa mengalami kecepatan urbansasi rendah. Sedangkan pada tahun 2014-2016, terdapat 3 desa yang mengalami urbanisasi tinggi, 12 desa mengalami kecepatan urbanisasi sedang, dan 15 desa lainnya mengalami kecepatan urbansasi rendah. Kecepatan urbanisasi ini pengaruhi oleh faktor kerapatan jalan, faktor fasilitas, dan faktor perumahan skala kecil-menengah. Ketiga faktor ini memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kecepatan urbanisasi yang terjadi di wilayah pinggiran KPY. Artinya apabila semua desa pinggiran memiliki ketiga faktor tersebut maka semua desa pinggiran akan mengalami kecepatan urbanisasi atau kecepatan proses pengkotaan.

The discussion on urbanization is not only limited to the process of migration of people from villages to cities but also involves physical spatial changes, changes in the proportion of demographics and economic activities (Bintarto, 1986). According to Yunus (2006) urbanization that occurs in rural areas is a process of changing rural life into urban areas while urbanization that occurs in urban areas is as a change in lower urban levels into higher urban levels. The phenomenon of the development of urban suburbs is not new to study. In developed countries, especially in the European region, peri-urbanization is now almost similar to urban areas, while in developing countries peri-urbanization is very visible because there is a mixture of urban and rural characteristics. This is certainly happening in the suburbs of the Yogyakarta Urban Area (KPY) because in the last 10 years KPY has experienced very significant development. So the researchers aim to identify the speed of urbanization that occurs in the periphery of the KPY and the factors that influence the speed of urbanization. This study uses a deductive method that is research based on the theories and views of experts to identify variables and indicators which are then tested for suitability in the field. From these theories will then be analyzed with a quantitative approach using regression and correlation statistics while the qualitative approach is adjusted to the needs. Based on the results of the analysis conducted, it was concluded that in 2012-2014 there were 9 villages that experienced high urban sass speeds, 9 other villages experienced moderate urbanization speeds, and 12 villages experienced low urbanization speeds. Whereas in 2014-2016, there were 3 villages experiencing high urbanization, 12 villages experiencing moderate urbanization speed, and 15 other villages experiencing low urbanization speed. The speed of urbanization is influenced by road density factors, facility factors, and small-medium scale housing factors. These three factors have a significant influence on the speed of urbanization occurring in the periphery of KPY. This means that if all rural villages have these three factors, all rural villages will experience urbanization speed or urban process speed.

Kata Kunci : Kecepatan Urbanisasi, proses kekotaan, wilayah pinggiran, Kawasan Perkotaan Yogyakarta/Urbanization Speed, urban processes, periphery, Yogyakarta Urban Area

  1. S2-2018-392296-abstract.pdf  
  2. S2-2018-392296-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-392296-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-392296-title.pdf