KEBIJAKAN SWASEMBADA DAGING TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMAH TANGGA PETERNAKAN SAPI POTONG DI INDONESIA
WISNU BAWONO, Ir. R. A. R. S. Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM ; Prof. Dr. Ir. Sudi Nurtini, SU., IPM
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari implementasi kebijakan Program Swasembada Daging 2014 (PSDS-2014) terhadap produktivitas rumah tangga peternak sapi potong di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Indonesian Family Life Survey (IFLS). Data IFLS merupakan data rumah tangga yang diambil dengan survey. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-section dengan menggunakan data IFLS 5 yang diambil pada tahun 2014. Variabel-variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah karakteristik rumah tangga peternak yang meliputi usia, luas lahan garap, jumlah anggota keluarga, jenjang sekolah, pola integrasi tani ternak dan bantuan. Produktivitas peternak menggunakan proxy pendapatan dari sektor pertanian dan peternakan sebagai variabel terikatnya. Hasil penelitian menunjukkan mixed farming atau integrasi tani ternak mempengaruhi pendapatan rumah tangga peternak berpengaruh secara nyata (P<0,01). Luas lahan garap berpengaruh signifikan terhadap pendapatan rumah tangga petani peternak (P<0,01). Jenjang pendidikan, jumlah anggota keluarga, jenis bantuan dan usia tidak berpengaruh pada penerimaan rumah tangga petani peternak. Dari hasil penelitian tersebut menujukkan kebijakan pemerintah disektor pertanian khususnya peternakan sapi tidak memiliki pengaruh nyata terhadap produktivitas rumah tangga petani peternak. Pembangunan peternakan dalam rangka menuju swasembada daging perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas peternak agar efisiensi pemeliharaan dan pemanfaatan lahan dapat tercapai.
This study aimed to determine the impact of the implementation of the 2014 Meat Self-sufficiency Program (PSDS-2014) on the productivity of household beef cattle farmers in Indonesia. The data used in this study are secondary data of the Indonesian Family Life Survey (IFLS). The IFLS is household data taken by the survey. This study used IFLS 5 data that were collected in 2014. The observed variables in this study included characteristics of farmer's household, age, area of land cultivated, number of family members, school level, patterns integration of livestock farming and government assistance. The productivity of farmers uses the proxy income from agriculture and livestock as the dependent variable. The results of the study showed that mixed farming or livestock farming integration influenced farmer household income significantly (P <0.01). The cultivated land size affected the household income of farmers (P <0.01). The level of education, number of family members, type of assistance and age did not affect the income of household farmers. The results of the study showed that government policies in the agricultural sector, especially cattle farming, did not have a significant effect on the household productivity of farmers. The development of livestock in order to achieve self-sufficiency in meat needs to be done with the increasing capacity of farmers to achieved the efficiency farming and land use.
Kata Kunci : swasembada daging, kebijakan pemerintah, peternakan rakyat, produktivitas peternak, sapi potong