KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN PARIWISATA TEBING BREKSI DESA SAMBIREJO, KECAMATAN PRAMBANAN, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SAID FAHMI, Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S dan Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANTebing Breksi adalah situs Geoheritage yang ditetapkan pada tahun 2014, dan diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwono X menjadi Objek Wisata Tebing Breksi pada Mei 2015. Tebing Breksi merupakan objek wisata Yogyakarta yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan dalam 5 tahun terakhir. Peningkatan jumlah wisatawan secara massal berdampak terhadap kelestarian komponen-komponen lingkungan hidup dan berpotensi melewati batas daya dukung lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis kerusakan lingkungan Tebing Breksi akibat aktivitas pariwisata ditinjau dari komponen abiotik, biotik, dan kultural; menentukan tingkat kerusakan lingkungan di Tebing Breksi: dan merumuskan strategi pengelolaan dan kebijakan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang fakta yang terjadi di lapangan. Hasil analisis tingkat kerusakan menghasilkan Zona Puncak Tebing Breksi dan Zona Parkiran Bus memiliki tingkat kerusakan sedang, sedangkan Zona Wisata Kuliner, Zona Amphitheatre, dan Zona Pengembangan Wisata memiliki tingkat kerusakan ringan. Peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan juga telah melewati batas daya dukung lingkungan dalam 3 tahun terkahir. Strategi pengelolaan yang dapat dilakukan dengan menerapkan konsep manajemen kunjungan guna meminimalisir kedatangan wisatawan secara massal serta pengelola fokus dalam mengoptimalisasi sumberdaya yang ada yang selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan.
Breksi Cliff is a Geoheritage site which was established in 2014 and was officially opened by Sultan Hamengku Buwono X to become the Tourism Object of Breksi Cliff in May 2015. Breksi Cliff has become a tourist destination in Yogyakarta which has experienced a significant increase in tourism in the past 5 years. The increasing number of tourists has an impact on the sustainability of environmental components and the potential to exceed the environmental carrying capacity limit. The purpose of this study is to examine the type of environmental damage of Breksi Cliff due to tourism activities in terms of abiotic, biotic, and cultural components; determine the level of environmental damage in the Breksi Cliff, and to formulate environmental policy and management strategies. This research uses a survey method with a descriptive approach that aims to obtain a picture of the facts that occur in the field. The analysis of the damage level resulted in the peak of Breksi Cliff zone and bus parking place have a medium level of damage, while the food court zone, amphitheatre zone, and development tourist zone have a small level of damage. A significant increase in the number of tourists has exceeded the carrying capacity of the environment in the past 3 years. Management strategy by implementing the concept of visit management to minimize tourists and tourism manager focus on optimizing existing resources that are in line with the concept of sustainable development.
Kata Kunci : Pariwisata, Aktivitas Pariwisata, Daya Dukung Wisata, Geoheritage, Strategi Pengelolaan Lingkungan