Laporkan Masalah

Validasi Modul Psikoedukasi Literasi Depresi Berbasis Budaya Jawa untuk Meningkatkan Intensi Pencarian Pertolongan Formal

DESI WULANSARI, Diana Setiyawati, S. Psi., M.HSc., Ph.D., Psikolog

2019 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi dan menjadi penyebab disabilitas terbesar di dunia serta memiliki akibat terburuk berupa tindakan bunuh diri. Salah satu penyebab terjadinya underdiagnosis pada penderita depresi adalah rendahnya literasi. Ekspresi depresi setiap individu dapat berbeda sesuai dengan latar belakang di mana individu tersebut tinggal, termasuk individu yang memiliki latar belakang budaya Jawa. Literasi depresi yang sesuai dengan budaya Jawa dapat diatasi dengan memberikan pelatihan literasi depresi berbasis budaya Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan validasi modul Psikoedukasi Literasi Depresi Berbasis Budaya Jawa untuk meningkatkan intensi pencarian pertolongan formal pada kader kesehatan di Puskesmas. Validasi dilakukan dengan melakukan validasi isi dengan professional judgement dan validasi empirik dengan memberikan Pelatihan Literasi Depresi Berbasis Budaya Jawa kepada kader kesehatan yang ada di Puskesmas. Hasil analisis Aiken’s V oleh 5 orang ahli menunjukkan koefisien validitas sebesar 0,83-0,95 artinya modul ini memiliki validitas isi yang baik. Validasi empirik dilakukan dengan melakukan eksperimen dengan rancangan untreated control group design with pretest and posttest. Partisipan adalah kader jiwa Puskesmas di Yogyakarta sebanyak 25 orang dalam kelompok ekperimen dan 16 orang dalam kelompok kontrol. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan Modul Psikoedukasi Literasi Depresi Berbasis Budaya Jawa memiliki pengaruh signifikan terhadap intensi pencarian pertolongan formal p=0,003 (p<0,05).

Depression is a common mental disorder and one of the biggest contributors to disability and has suicide as one of the worst effect. One of the causes of underdiagnosis in individual with depression is low literacy. Individual’s expression on depressiom can be different according to the background in which the individual lives, including individuals who have Javanese cultural background. Depression literacy based on Javanese cultures can be overcome by providing depression literacy psychoeducation based on Javanese culture. The purpose of this study is to validate the Javanese Culture-Based Depression Literacy Module to increase formal help seeking intention on health cadres (kader kesehatan) at the primary health care (Puskesmas). Validation is conducted by measuring content validity with proffesional judgement and empirical validation by conducting Javanese Culture-Based Depression Literacy Module for health cadres at Puskesmas.The analysis result of 5 experts show Aiken’s V coeefficient of 0,83 – 0,95 which means that this module has good content validity. Empirical validation is done by conducting experiments with untreated control group design with pretest and posttest. The participants were 25 mental health cadres in the experimental group and 16 in the control group, both conducted in Yogyakarta. The results using Mann-Whitney U test show that Javanese Culture-Based Depression Literacy Module had a significant effect on intention to seek formal help p=0,003 (p<0,05).

Kata Kunci : validasi modul, literasi depresi berbasis budaya Jawa, pencarian pertolongan formal, kader kesehatan

  1. S2-2019-403895-abstract.pdf  
  2. S2-2019-403895-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-403895-tableofcontents.pdf  
  4. S2-2019-408395-title.pdf