Variasi Fonologis Dialek Bahasa Madura
AS'AD FAWAID, Dr. Hendrokumoro, M.Hum.
2019 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKPenelitian ini membahas tentang variasi fonologis dialek-dialek bM di Pulau Madura. Adapun dialek-dialek tersebut adalah dS, dP, dan dB. Dalam penelitian ini dipaparkan mengenai bentuk variasi fonologis yang berupa perubahan bunyi fonem, sistem artikulasi dialek, serta faktor luar bahasa yang melatarbelakangi variasi fonologis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pemaparan yang rinci dan lengkap tentang variasi fonologis dialek bM dan faktor yang mendasarinya, mengingat penelitian tentang dialek bM khususnya mengenai variasi fonologis dialek dan sistem artikulasinya masih perlu dideskripsikan secara lebih mendalam. Teori-teori pokok yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teori dialektologi, fonologi, dan sosiolinguistik. Dari ketiga teori tersebut diperoleh gambaran bahwa dialek merupakan variasi bahasa yang digunakan oleh masyarakat di daerah tertentu. Variasi aspek kebahasaan tersebut kerap terjadi pertama kali pada tataran fonologisnya dan hal variasi tersebut dilatarbelakangi oleh faktor luar bahasa. Objek material dalam penelitian ini adalah tuturan masyarakat dari masing-masing dialek yang dikumpulkan dengan metode simak libat cakap dan wawancara. Untuk menganalisis data, diterapkan metode padan intralingual untuk memaparkan bentuk variasi fonologis dan sistem artikulasinya. Sementara metode padan ekstralingual diterapkan untuk menganalisis faktor ekstralingual yang mendasari adanya variasi dialek. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa variasi fonologis yang mencirikan dialek-dialek bM berupa perubahan fonem, pelesapan fonem, dan pemangkasan silabel. Pada sistem artikulasinya, dS memiliki kuantitas bunyi bahasa yang lebih panjang dibanding dP dan dB. Adapun faktor yang mempengaruhi adanya variasi tersebut adalah letak geografis, mobilitas penduduk, arus transportasi, mata pencaharian penduduk, topografi, industri, dan sosio-budaya.
This research investigates distinctive characteristics among Madurese dialects in Madura Island in phonological aspect. Those dialects are Sumenep, Pamekasan and Bangkalan dialect. In addition of lexical variation, phonological variation becomes another language aspects which distinguishes those dialects one another. This research explains the forms of phonological variations, the articulation rule of the dialects, and extra-lingual factors lead to those variations. The aims of this research are giving an exhaustive and clear explanation of phonological variation among three Madurese dialects and the causative factors. There are three essential theories which applied in this research, they are: theory of dialectology, phonology and sociolinguistics. In accordance with those theories, dialect is a language variation used by particular community. Language variation sometimes occurs in phonological aspect and caused by various factors. This research was conducted in three steps: data collection, data analysis, and data presentation. Main data was obtained by doing an observation and interviewing speakers of each dialect. In analyzing the data, this research applied intra-lingual identity method to elaborate the form of phonological variations and the rule of articulation of each dialect. While in analyzing the causative factors, this research applied extra-lingual identity method. The result shows that phonological variations occurs in a number of processes such as: phonemic shift, phonemic omission, and syllable reduction. In articulation system, dS has longer sound than dP and dB. The factors causing those variations are geographical location, mobility, transportation flow, profession, topography, industry, and socio-cultural factor.
Kata Kunci : Variasi Fonologis, Dialek Bahasa Madura/Phonological Variations, Madurese Dialects