Laporkan Masalah

YOUTH ART CENTER DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI

NUR WAHIDAH, Ardhya Nareswari, ST., MT., Ph.D.

2019 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

ABSTRAK Penurunan akan generasi penerus dalam bidang kesenian baik dalam segi minat maupun kualitas terhadap kesenian akibat kurangnya fasilitas ataupun alat yang memadai dalam pendalaman kesenian, sehingga panyaluran minat dan bakat pada kesenian menjadi kurang sesuai dan mengarah pada tindakan kenakalan. Hal tersebut juga mempengaruhi pertumbuhan karakter para remaja dimana para remaja memilih menjadi makhluk individualis akibat kurangnya interaksi antar sesamanya. Menanggapi hal tersebut maka diperlukan satu fasilitas sebagai tempat pembelajaran dan penyaluran minat dan bakat kesenian di dalam lingkungan komunitas dengan bangunan Youth Art Center yang menciptakan suasana ruang yang dapat meningkatkan, mengubah, dan membalikkan motivasi para penggunanya terutama para remaja terhadap kesenian. Hal ini bertujuan untuk memotivasi pengguna dalam melakukan aktivitas positif, serta mendukung pengubahan pola pikir pengguna terhadap pola pendalaman seni secara interaktif baik interaksi antar manusia maupun lingkungannya dengan pendekatan arsitektur ekologi. Dari permasalahan tersebut maka dipilih solusi desain dengan transforasi yang pertama adalah (1) menciptakan open space yang memicu interaksi antar pengguna dan ruang guna mempererat dan meningkatkan kualitas interaksi dalam komunitas. Kedua adalah (2) menciptakan suasana ruang yang positif sebagai ruang pembelajaran kesenian yang meningkatkan kreatifitas dan interaksi. Ketiga adalah (3) Arsitektur ekologi sebagai dasar perancangan Youth Art Center baik fungsi maupun performa bangunan.

ABSTRACT The next generation has decreased in the field of art both in terms of interest and quality of the arts due to lack of facilities or adequate tools in the deepening of art, so that the distribution of interests and talents in the arts becomes less appropriate and leads to acts of delinquency. It also affects the growth of the character of adolescents where teenagers choose to be individualistic beings due to lack of interaction between each other. Responding to the problem, a facility is needed as a place of learning and distribution of artistic interests and talents in a community environment with a Youth Art Center building that creates an atmosphere of space that can enhance, change, and reverse the motivation of its users, especially teenagers to the arts. It aims to motivate users in carrying out positive activities, and to support changing the mindset of users towards patterns of deepening of interactive arts both interactions between humans and their environment with an ecological architecture approach. From these problems, the first design solution was chosen: (1) creating open space that triggers interaction between users and space to strengthen and improve the quality of interactions in the community. Second is (2) creating a positive atmosphere of space as an art learning space that increases creativity and interaction. The third is (3) Ecological architecture as the basis for designing Youth Art Centers for both building functions and performance.

Kata Kunci : Youth Art Center, Ruang Hijau, Open Space, Arsitektur Ekologi/Youth Art Center, Green Area, Open Space, Ecological Architecture .

  1. S1-2019-384798-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384798-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384798-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384798-title.pdf