Laporkan Masalah

WACANA POLWAN DALAM PRAKTIK TABLOIDISASI MEDIA MASSA DARING DAN PROSUMSI WARGANET (Kajian Terhadap Berita dan Komentar Warganet Tentang Polwan Cantik di Akun Facebook Liputan6 dan Tribunnews)

GISELA AYU H Y, Dr. Ratna Noviani, S.I.P., M.Si.

2019 | Tesis | MAGISTER KAJIAN BUDAYA DAN MEDIA

Sosok polwan yang disebut sebagai polwan cantik kerap menyita perhatian media massa maupun khalayaknya. Liputan6 dan Tribunnews adalah dua media massa daring yang cukup intens mempublikasikan berita tentang polwan Bripda Ismi Aisyah (polwan BI) yang terlibat dalam penanganan insiden bom di Cicendo, Bandung di bulan Februari 2017. Jumlah pengikut Facebook kedua media massa daring yang mencapai delapan juta akun membuat berita-berita tentang polwan yang didistribusikan ke Facebook semakin terekspos. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa berita-berita tentang polwan BI yang diproduksi oleh Liputan6 dan Tribunnews pada bulan Februari-Maret 2017 identik dengan produk jurnalisme tabloid yang menekankan pada sensasionalitas dan dramatisasi. Selain itu, penelitian ini mencermati komentar warganet terhadap artikel-artikel berita polwan di kedua akun media massa daring tersebut sebagai salah satu bentuk praktik prosumsi. Menggunakan metode analisis wacana multimodal Gunther Kress, hasil penelitian menunjukkan bahwa baik teks berita tentang polwan maupun komentar warganet terhadap berita itu memiliki moda-moda yang membangun wacana polwan. Pemberitaan polwan tak lepas dari kerangka berpikir heteronormatif. Sebagai sosok yang dianggap menarik, polwan diposisikan sebagai objek yang menarik untuk dilihat dan tubuhnya terfragmentasi ke dalam topik-topik pemberitaan mulai dari penampilan sampai status pernikahan. Di samping itu, aktivitas prosumsi warganet sebagai khalayak aktif dapat memunculkan konter maupun reproduksi wacana dominan atau wacana media tentang polwan. Di satu sisi terdapat respons yang menggugat pemberitaan tentang polwan. Berita tentang polwan dianggap problematik dan tidak memenuhi kebutuhan informasi khalayak. Di sisi lain, respons warganet terhadap berita-berita tentang polwan belum lepas dari kuatnya cara pandang yang male-oriented (berorientasi laki-laki). Polwan sebagai perempuan profesional kembali diposisikan sebagai individu yang minim kompetensi dalam bidang pekerjaan yang dianggap maskulin.

The figure of a beautiful policewoman often gets attention of the mass media and the audience. Liputan6 and Tribunnews are two Indonesia online media that are quite intense in producing news about one of beautiful policewomen named Bripda Ismi Aisyah (BI) who involved in handling bomb incidents in Cicendo, Bandung, in February 2017. Both online media have more than eight millions followers on Facebook that make their news about policewomen which are distributed to Facebook increasingly exposed. This research identified that the news about BI produced by Liputan6 and Tribunnews in February-March 2017 are identical to tabloid journalism which emphasized sensational news and dramatization. In addition, this study examines netizen's comments on policewomen news articles in both online mass media accounts as a form of prosumption practice. Using Gunther Kress's multimodal discourse analysis method, the results of the study show that news texts about a policewoman and netizen's comments have modes that build policewoman discourse. Policewoman's coverage on the news cannot be separated from the heteronormative framework. As an attractive figure, a policewoman is positioned as interesting object to see and her body is fragmented into news topics, ranging from appearance to marital status. The activity of prosumption as an active audience generates counter or reproduction of dominant discourse or media discourse about a policewoman. On the one hand, there is a response that against the news about a policewoman. News about a policewoman is considered as problematic texts and do not fulfill the audience needs. On the other hand, netizens' responses to news about a policewoman have not been separated from the male-oriented perspective. A Policewoman as a professional woman is positioned as an individual who lacks competency in masculine job.

Kata Kunci : polwan, wacana multimodal, tabloidisasi, prosumsi.

  1. S2-2019-405040-abstract.pdf  
  2. S2-2019-405040-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-405040-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-405040-title.pdf