Laporkan Masalah

Peran Regulasi Emosi dan Persepsi Hubungan Guru-Siswa Terhadap Kesejahteraan Subjektif Siswa

RAHMANI WIDYANINGRUM, Dr. Wisjnu Martani, S.U., Psikolog.

2019 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

Kesejahteraan subjektif siswa masih sulit diwujudkan sehingga menyebabkan rendahnya motivasi belajar dan berbagai permasalahan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran regulasi emosi dan persepsi hubungan guru-siswa terhadap kesejahteraan subjektif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Subjek pada penelitian ini adalah siswa SMK di Yogyakarta yang berusia 15-17 tahun. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah skala kesejahteraan subjektif siswa, skala regulasi emosi positif dan skala persepsi hubungan guru-siswa. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda menunjukkan hasil bahwa regulasi emosi dan persepsi hubungan guru-siswa secara bersama-sama berperan terhadap kesejahteraan subjektif siswa sebesar 23,1%. Hal tersebut menunjukkan bahwa meningkatnya kemampuan regulasi emosi dan persepsi hubungan guru dan siswa maka akan diikuti dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan subjektif.

Student's subjective well-being is still difficult to realized, causing low learning motivation and various behavioral problems. This study aimed to determined whether there were the role of regulation emotion and teacher-student relationship perceptions to student's subjective well-being. The research method used is quantitative research with survey method. The subjects in this study were students in Vocational High School in Yogyakarta aged 15-17 years old. Instruments used for collecting data were student's subjective well-being scale, positive emotion regulation scale and teacher-students relationship perceptions scale. Data analysis using multiple regression analysis showed that emotion regulation and teacher-students relationship perceptions together contributed to the student's subjective well-being by 23,1%. This showed that increasing emotional regulation abilities and perceptions of teacher-students relationship will be followed by an increase in the level of subjective well-being.

Kata Kunci : kesejahteraan subjektif siswa, persepsi hubungan guru-siswa, regulasi emosi.

  1. S2-2019-388727-abstract.pdf.pdf  
  2. S2-2019-388727-bibliography.pdf.pdf  
  3. S2-2019-388727-tableofcontent.pdf.pdf  
  4. S2-2019-388727-title.pdf.pdf