Laporkan Masalah

MAKNA PUISI "HAZIHIL-BILADU SYAQQATUN MAFRUSYATUN" DALAM ANTOLOGI AL-AMALUL-KAMILATU KARYA NIZAR QABBANI: ANALISIS SEMIOTIK

MUHAMMAD ALAUDDIN AZ, Dosen Pembimbing Skripsi : Dra. Uswatun Hasanah, M.A.; Dosen Pembimbing Akademik : Dra. Hindun, M.Hum.

2019 | Skripsi | S1 SASTRA ARAB

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna puisi Hazihil-Biladu Syaqqatun Mafrusyatun dalam antologi Al-A'malul-Kamilatu yang ditulis oleh Nizar Qabbani. Puisi ini dianalisis dengan menggunakan teori semiotik, yaitu teori yang mempelajari sistem-sistem, tanda-tanda, dan konvensi-konvensi yang menjadikan tanda-tanda tersebut mempunyai arti. Penelitian ini menggunakan satu dari empat metode Riffaterre, yaitu pembacaan semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa makna Puisi Hazihil-Biladu Syaqqatun Mafrusyatun merupakan penggambaran kondisi negara-negara dan rakyatnya di bawah kepemimpinan pemimpin diktator. Dari sisi negaranya, negara yang dipimpin oleh para diktator dalam kondisi: (1) dimanfaatkan atau dijual atau disewakan oleh pemimpin negaranya untuk kepentingan pribadi mereka, (2) dirusak silsilah keturunannya dan fungsi-fungsi penting dalam kehidupan rakyatnya, (3) ditinggalkan oleh penghuninya hingga kosong dan yang terlihat hanyalah baliho, reklame, spanduk, dinding-dinding bangunan, dan lainnya yang berisi foto wajah kepala negaranya, dan (4) mengalami kondisi tetap, tidak ada perubahan, atau perkembangan di bidang kebudayaan pada segi apapun. Dari sisi kondisi rakyatnya, mereka berada dalam kondisi: (1) tidak mungkin dapat membantah atau mengritik kepala negaranya, (2) para guru, para pendidik, dan para pembina di negeri-negeri tersebut harus menulis dan berbicara tentang dan untuk kepala negaranya, dan (3) rakyat harus membayar pajak makanan, minuman, dan tempat tinggal kepada kepala negaranya sebagai biaya sewa tinggal di negara tersebut, baik secara sukarela maupun secara paksa. Kata Kunci: Nizar Qabbani, puisi, semiotik, diktator.

This research aims to reveal the meaning of meaning the poem Hazihil-Biladu Syaqqatun Mafrusyatun in the anthology of Al-A'malul-Kamilatu written by Nizar Qabbani. The poem was analyzed by using semiotic theory which studying the systems, signs, and conventions that enable the signs to posses the meaning. This research uses one of four methods by Riffaterre, namely heuristic and hermeneutic reading. The result of this research reveals that the meaning of poem Hazihil-Biladu Syaqqatun Mafrusyatun is a description of the conditions of states and their civil condition under leadership of dictator. The condition of the country led by these dictators is: (1) used or sold or leased by the leaders of their countries for their countries for their personal interests, (2) destroyed the lineage and important functions in the lives of its people, (3) left by the civil until they are empty and all that is seen is billboards, banners, building walls, and others that contain photos or pictures of the faces of thier leaders, and (4) experiencing permanent conditions, no changes, or developments in the field of culture in any way. The condition of the people of that country is in a condition and situation, (1) it is impossible to argue or criticize the leader of state, (2) teachers, educators, and coaches in these countries must write and talk about and for their leaders of state, and (3) the people must pay food, drink, and place of residence taxes to their headss of state as rent costs to stay in the country, both voluntarily and forcibly. Keywords: Nizar Qabbani, poetry, semiotic, dictator.

Kata Kunci : Kata Kunci: Nizar Qabbani, puisi, semiotik, diktator.

  1. S1-2019-353789-abstract.pdf  
  2. S1-2019-353789-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-353789-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-353789-title.pdf