Pengaruh Akuntabilitas Laporan Keuangan, Kinerja Keuangan, dan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah terhadap Tingkat Korupsi Kepala Daerah di Indonesia
PRITA HANIFA NAJLA, Syaiful Ali, MIS., Ph.D., Ak., CA.
2018 | Skripsi | S1 AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh akuntabilitas laporan keuangan pemerintah daerah (opini audit, kelemahan sistem pengendalian intern, dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundangan), kinerja keuangan pemerintah daerah (rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisiensi, dan rasio pertumbuhan), dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah terhadap tingkat korupsi kepala daerah di Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari 28 kabupaten dan kota di Indonesia yang mempunyai kepala daerah yang berstatus sebagai tersangka atas kasus korupsi di tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 dan 28 kabupaten dan kota terdekat dengan 28 pemerintah daerah yang mempunyai kasus korupsi sehingga total sampel penelitian adalah 56 kabupaten dan kota. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan pemerintah daerah yang diaudit oleh BPK, skor kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri, dan data terkait kasus korupsi kepala daerah selama tahun 2013-2016 melalui situs di internet. Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 21 untuk menguji hipotesis melalui regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya temuan kelemahan sistem pengendalian intern yang berpengaruh secara signifikan, sedangkan variabel-variabel lain tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat korupsi kepala daerah di Indonesia.
This study aims to empirically examine the effect of the accountability of local government financial statements (audit opinion, the weakness of internal control systems, and non-compliance with provisions of laws), the financial performance of local government (independency ratio, effectiveness ratio, efficiency ratio, and growth ratio), and the performance of local government to the level of regional head corruption in Indonesia. Samples of this study consisted of 28 districts and cities in Indonesia that had regional heads who were suspects of corruption cases from 2013 to 2017 and 28 nearest districts and cities to 28 local governments that had corruption cases so the total sample was 56 districts and cities. This study uses secondary data from audited local government financial statements by BPK, performance scores of local government by the Ministry of Home Affairs, and data related to regional head corruption cases through sites on the internet. This study uses the SPSS 21 to test hypotheses through logistic regression. Results of this study indicate that only the findings of the weakness of internal control systems that had a significant effect, while other variables did not have a significant effect to the level of regional head corruption in Indonesia.
Kata Kunci : akuntabilitas, opini audit, kelemahan sistem pengendalian intern, ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundangan, kinerja keuangan, rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio pertumbuhan, skor kinerja penyelenggaraan pemerintaha