ANALISIS PERHITUNGAN ETAT MENGGUNAKAN CASUALTY PER CENT DI HUTAN TANAMAN JATI PERUM PERHUTANI (Kasus di Bagian Hutan Ngliron, KPH Randublatung, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah)
Michael Daru Enggar Wiratmoko, Ris Hadi Purwanto, Rohman
2010 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenentuan etat pada hutan tanaman merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pengaturan hasil hutan. Metode perhitungan etat yang diterapkan pada hutan tanaman jati di Jawa adalah metode Umur Tebang Rata-Rata (UTR). Metode UTR menaksir potensi semua kelas hutan produktif pada umur tebang rata-rata. Perhitungan etat dengan menggunakan Metode UTR dirasa tidak tepat diterapkan pada kondisi hutan tanaman jati saat ini karena kondisi hutannya sudah mengalami penurunan potensi sehingga kondisinya menjadi tidak normal. Dari kondisi tersebut diperlukan suatu metode yang dapat mengakomodir perubahan luas yaitu perhitungan etat menggunakan casualty per cent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab perubahan struktur kelas hutan produktif menjadi tidak produktif, menemukan nilai casualty per cent untuk perhitungan etat, dan menyusun rencana tebangan selama daur (BTHSD). Penelitian dilakukan pada Bagian Hutan Ngliron, KPH Randublatung. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan key-informan, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan studi komparasi untuk membandingkan metode UTR dan casualty per cent. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui penyebab perubahan struktur kelas hutan produktif menjadi tidak produktif adalah pencurian kayu dan perencekan, kebakaran hutan, penggembalaan liar, pembibrikan, perubahan kebijakan pengelolaan hutan, dan kegagalan tanaman. Nilai Casualty Per Cent yang diperoleh dari hasil perhitungan berturut-turut mulai dari KU I sampaiKUV sebesar 68%, 66%, 59%, 50%, dan 32%. Dan diperoleh etat menggunakan Casualty Per Cent yaitu etat luas sebesar 40,2 ha/tahun dan etat volume sebesar 6.049,78 m³/tahun. Pembuatan Bagan Tebang Habis Selama Daur dapat dilakukan dengan dua alternatif yaitu pengaturan luas tetap dengan volume berfluktuatif atau pengaturan volume tetap dengan luas berfluktuatif. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan penebangan yang merata setiap tahunnya sehingga struktur kelas hutan dapat merata di jangka selanjutnya.
Allowable annual cut determination (AAC) of teak forest plantation is an important aspect in forest regulation. AAC method applied to the teak plantations in Java was average cutting age method (UTR). UTR method estimating the potential of all productive forest classes at the age of average cut. The use of UTR method in the AAC calculation just can not be applied to the condition of teak plantation nowadays because the condition of the forest itself is gradually losing it’s potential so that the condition of the forest becomes abnormal. From these conditions it required a method that can accommodate large changes which is AAC calculation using casualty per cent. The aims of this research were identify the cause of changes in class structure of productive forests into non-productive, finding the value of casualty per cent for determinating AAC , and arranging the cutting plan during rotation (BTHSD). Research conducted in Bagian Hutan Ngliron, KPH Randublatung. Data are collected by interviewing the key informants, field observations, and documentation. Analysis of data was qualitative and quantitative descriptive with comparative study to compare UTR method and casualty per cent. Based on the results of the research obtained the cause of the class structure changes from productive forests into non-productive are illegal logging, forest fires, illegal grazing, wild cultivation, change of forest management policy, and crop failure. Casualty Per Cent value obtained from the calculation of consecutive from the KU I until KUV respectively by 68%, 66%, 59%, 50%, and 32%. AAC use casualty per cent which AAC in area is 40,2 ha / year and AAC in volume is 6.049,78 m³ / year. BTHSD can be done by 2 alternative ways that are fixed regulate area with fluctuative in volume and volume settings remain with fluctuative in area. This way done to produces more uniform logging plan every year so that the structure of the forest classes can be evenly distributed in the next period.
Kata Kunci : metode UTR, etat, BTHSD, casualty per cent