REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA (Studi pada Santri Bina di Panti Rehabilitasi Pondok Tetirah Dzikir Yogyakarta)
NUR FATH JULIANA, Dr. M. Supraja, M.Si.
2018 | Tesis | MAGISTER SOSIOLOGIKeberadaan Tetirah Dzikir sebagai tempat rehabilitasi korban penyalahgunaan Napza merupakan salah satu cara agar korban penyalahgunaan Napza dapat terbebas dari belenggu Napza terutama generasi muda di Indonesia. Mengingat perang melawan penyalahgunaan Napza telah dinyatakan masyarakat dunia, sehingga melalui rehabilitasi berbasis agama Islam adalah salah satu cara memulihkan kembali korban penyalahgunaan Napza. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah mengenai modernisasi dan kegilaan menurut Michel Foucault dan kapabilitas dari sudut pandang Martha C. Nussbaum. Rumusan masalah yakni (1) bagaimana latar belakang problematika santri bina menggunakan napza. (2) bagaimana rehabilitasi santri bina korban penyalahgunaan Napza di Tetirah Dzikir ?. Infroman penelitian ini sebanyak enam informan termasuk satu pendiri Tetirah Dzikir dengan kriteria dapat berkomunikasi dengan baik, telah selesai rehabilitasi dan masih proses rehabilitasi, melakukan rehabilitasi selama enam bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan Napza disebabkan oleh pernah menjadi anak jalanan, tuntutan pekerjaan, putusnya pendidikan dan masalah keluarga. (2) rehabilitasi yang dilakukan Tetirah Dzikir adalah mandi taubat, dzikir, solat, qiyamul al-lail (solat malam) dan puasa. Selain itu dua dari lima informan yang sudah selesai rehabilitasi telah kembali ke kehidupan sosial masyarakat dan tiga informan masih dalam proses rehabilitasi.
The existence of Tetirah Dzikir as a rehabilitation place for drug abuse victims is one way for drug abuse victims to be free from the shackles of drugs, particularly for the younger generation in Indonesia. Considering that the fight against drug abuse has been declared by the world community, therefore Islamic-based rehabilitation is one way to recover drug abuse victims. This research is a qualitative descriptive study. The theory used in this study is modernization and madness as proposed by Michel Foucault and capabilities from the point of view of Martha C. Nussbaum. The problems formulated include (1) the background of santri bina who consumed narcotics, psychotropic and addictive substances. (2) how to rehabilitate santri bina who are victims of narcotics, psychotropic and addictive substances abuse victims in Tetirah Dzikir. In this study, six informants including one founder of Tetirah Dzikir with the criteria of being able to communicate well, have finished rehabilitation and are still in the rehabilitation process, undergoing rehabilitation for six months. The results of this study indicate that (1) the use of narcotics, psychotropic and addictive substances is caused by being a street (homeless) child, job demands, education dropout and family problems. (2) the rehabilitation done by Tetirah Dzikir is a bath of repentance, dhikir, prayer, qiyamul al-lail (night prayer) and fasting. In addition, two of the five informants have already been rehabilitated and have returned to social life and three informants are still in the rehabilitation process.
Kata Kunci : Napza, Tetirah Dzikir, Rehabilitasi