Laporkan Masalah

Pemilihan Bahasa oleh Masyarakat Multilingual: Studi atas Mahasiswa Asal Musi Banyuasin di Yogyakarta

DORA AYU NOVI W, Dr. Daru Winarti, M.Hum.

2018 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Mahasiswa Indonesia pada umumnya menguasai tiga bahasa, yaitu bahasa ibu, bahasa Indonesia, dan bahasa asing yang dipelajari di sekolah. Banyaknya bahasa yang dikuasai menuntut mereka untuk memilih salah satu di antara repertoar bahasanya untuk digunakan sebagai bahasa pengantar dalam komunikasi. Penelitian yang berjudul judul "Pemilihan Bahasa oleh Masyarakat Multilingual: Studi atas Mahasiswa Asal Musi Banyuasin di Yogyakarta" ini bertujuan menggambarkan multilingualisme mahasiswa Musi Banyuasin (MMB) melalui deskripsi bahasa-bahasa yang digunakan. Dalam mengumpulkan data penelitian, peneliti menggunakan pendekatan sosiolinguistik dari Fishman berupa ranah sosial penggunaan bahasa. Ranah tersebut difokuskan pada tiga bagian, yaitu ranah keluarga, ranah pendidikan, dan ranah pertemanan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode simak dan cakap. Metode simak dilakukan dengan teknik sadap. Sementara metode cakap dilakukan dengan teknik pancing guna mencari tahu informasi sosial dan kebahasaan mahasiswa Musi Banyuasin. Berdasarkan hasil penelitian, pada ranah keluarga baik dalam percakapan grup maupun personal, MMB memilih kode bahasa Melayu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar komunikasi. Sementara pada ranah pendidikan, kode bahasa yang dipilih MMB sebagai bahasa pengantar komunikasi terdiri dari: (1) kode bahasa Indonesia dalam percakapan grup; (2) kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam percakapan personal dengan dosen; dan (3) kode bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan Bahasa Melayu dalam percakapan antarmahasiswa. Ranah terakhir adalah ranah pertemanan, kode bahasa yang dipilih MMB sebagai bahasa pengantar komunikasi terdiri dari: (1) kode bahasa Indonesia dan bahasa Jawa pada percakapan grup campuran; (2) kode bahasa Melayu dan bahasa Indonesia pada percakapan grup sedaerah; (3) kode bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Melayu pada percakapan personal dengan teman di Yogyakarta; dan (4) kode bahasa Melayu dan bahasa Indonesia pada percakapan personal dengan teman di Musi Banyuasin. Adapun faktor yang mempengaruhi terjadinya pemilihan bahasa MMB terdiri dari: (1) faktor yang berasal dari MMB seperti mobilitas dan keinginan pribadi; (2) faktor mitra tutur seperti status sosial, jarak sosial, latar belakang etnis, serta hadirnya orang ketiga; (3) keformalan; dan (4) fungsi tutur seperti menyesuaikan diri, menegaskan, menghargai mitra tutur, dan bergurau.

Indonesian students generally master three languages, such as mother tongue, Bahasa, and foreign language which is learned in school. The number of language requires them to choose one of the repertoire language as the medium of communication. Research titled "Language Choice on Multilingual Community. A Case Study of Musi Banyuasin's Students in Yogyakarta " aims to illustrate the multilingualism of Musi Banyuasin's students -which called MMB- through the language used. In collecting the data, researchers use sociology approach in the form of Fishman's social domain of language use. Domains in this research consist of family, education, and friendship. The method used in collecting the data are observation and interview. The observation occured in tapping technique while interview occured to gain the secondary data of Musi Banyuasin's student. As the results, in the family domain MMB chose Malay language and Bahasa both on group and personal chat. In the education domain, MMB chose Bahasa in group chat; Bahasa and English in personal chat with lecturer; and Bahasa, Javanese language, and Malay language in personal chat with students. In the friendship domain, language chose by MMB divided in to 4 parts, such as: (1) Bahasa and Javanese language used in group chat consist of members from various area; (2) Malay language and Bahasa used in group chat consist of members from the same area; (3) Bahasa, Javanese language, and Malay language used in personal chat with friends in Yogyakarta; and (4) Malay language and Bahasa used in personal chat with friends in Musi Banyuasin. There are number of factors that determine the selection of language conducted by MMB in communication, namely (1) speaker's factor that include the mobility and willingness; (2) speaking partners such as social status, social distance, ethnic background, and the presence of a third speaker; (3) formality; and (4) the speech function such as appreciating the speaking partner, affirming, adjusting, and joking.

Kata Kunci : pemilihan bahasa, percakapan tertulis, multilingualisme, sosiolinguistik, Musi Banyuasin.

  1. S2-2018-404295-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404295-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404295-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404295-title.pdf