Laporkan Masalah

Analisis Kerawanan Longsor di Karangsambung, Kebumen

FITRI FAHMIA, Ir. Suci Handayani, M. P.; Dr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.; Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr

2018 | Skripsi | S1 ILMU TANAH

Secara geografis, topografi Indonesia yang bervariasi dan terletak pada derah tropis dengan curah hujan yang tinggi menyebabkan Indonesia berpotensi mengalami bencana alam. Longsor menjadi salah satu bencana geologi dengan frekuensi relatif terjadinya lebih besar karena kondisi tanah yang labil dan lereng yang curam. Longsor memiliki dampak jangka panjang maupun jangka pendek, baik secara langsung dan tidak langsung. Daerah Karangsambung sebagai wilayah penelitian yang terkenal sebagai museum geologi merupakan daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi dan lereng yang curam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik tanah dengan indeks longsor dan sebaran longsor yang ada di Kecamatan Karangsambung. Berdasarkan metode penduga longsor yang dikeluarkan oleh DVMBG, keadaan curah hujan, geologi, jenis tanah, penggunaan lahan, dan lereng menjadi faktor terhitung untuk menentukan indeks longsor. Tanah sebagai objek yang akan longsor memiliki peranan yang cukup penting sebagai penyebab kejadian longsor. Tekstur tanah, permeabilitas tanah, batas cair tanah, ketertutupan lahan (nilai NDVI), dan porositas tanah menjadi faktor karakteristik tanah yang diukur dengan menggunakan metode DVMBG modifikasi berdasarkan persamaan Davidson & Shah (1997). Penyebab kejadian longsor yang sangat kompleks sehingga karakteristik tanah secara terpisah tidak memiliki hubungan yang kuat dengan indeks longsor. Daerah Karangsambung berdasarkan dua metode penduga yang digunakan tergolong kepada wilayah yang cukup rawan terhadap longsor. Menurut metode penduga DVMBG wilayah Karangsambung tergolong kepada tingkat kerawanan sedang 16,69%; tinggi 64,89%; dan sangat tinggi 18,42% serta tidak memiliki wilayah yang aman dan tingkat kerawanan rendah. Menurut metode DVMBG modifikasi tingkat kerawanan longsor di Kecamatan Karangsambung, yaitu rendah 27,32%; sedang 60,60%; dan tinggi 12,08% serta tidak ada yang tergolong aman dan tingkat kerawanan sangat tinggi.

Geographically, Indonesia's varied topography and located in tropical regions with high rainfall has caused natural disasters in Indonesia. Landslides become one of the geological disaster with the relative frequency of occurrence is greater due to unstable soil conditions and steep slopes. Landslides have both long-term and short-term impacts, both directly and indirectly. Karangsambung area as a research area known as a geological museum is an area that has high rainfall and steep slopes. This study aims to look at the relationship of soil characteristics with landslide index and landslide spread in Karangsambung subdistrict. Based on the landslide prediction model issued by DVMBG, the precipitation, geology, soil type, land and slope use, are the calculated factors for determining the landslide index. Land as an object that will be landslide has an important role as the cause of the landslide. Soil texture, soil permeability, soil liquid limit, land closure (NDVI value), and soil porosity were soil characteristic factors as measured by using a combination estimator model based on the Davidson & Shah equation (1997). The causes of landslide events are so complex that soil characteristics separately do not have be able to relate with the landslide index. The Karangsambung area is based on two predicted models that are classified into areas prone to landslides. According to the DVMBG estimator model landslide vulnerability Karangsambung area is medium with a percentage of 16.69%; high as much as 65.02%; and highest of 18.42% and does not have a safe area and low level of vulnerability. The degree of landslide vulnerability of Karangsambung subdistrict of the combination probe model is low of 27.23%; medium of 60.60%; and high of 12.08% and does not have a safe area and highest level of vulnerability.

Kata Kunci : Vulnerability of Landslide, Karangsambung, Soil Characteristics

  1. S1-2018-346120-abstract.pdf  
  2. S1-2018-346120-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-346120-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-346120-title.pdf