Intervensi Rusia terhadap Ukraina di Bawah Vladimir Putin: Analisis Pilihan Rasional
RR. AJENG CHANDRA P, Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, M.P.P., M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALTulisan ini memuat analisis rasional atas kebijakan Rusia dalam merespon konflik Ukraina. Penelitian dilakukan untuk menemukan alasan yang melatarbelakangi Rusia dalam memilih kebijakan untuk mengintervensi Ukraina, padahal keputusan tersebut dapat menimbulkan dampak buruk pada hubungan kerja sama migas antara Rusia dengan Uni Eropa yang sangat penting bagi perekonomian Rusia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tulisan ini disusun dengan kerangka teori model aktor rasional. Sebagai aktor yang rasional, Rusia memilih untuk mengintervensi Ukraina karena tindakan tersebut paling mungkin dilakukan untuk mencapai tujuan Rusia, yakni mempertahankan pengaruhnya di negara-negara eks-Soviet. Rusia berani mengambil langkah ini karena dependensi Uni Eropa atas pasokan migas dari Rusia sangat tinggi, sehingga Rusia tidak akan kehilangan pasar migasnya meskipun hubungannya dengan Uni Eropa memburuk atas dampak dari tindakan asertifnya pada Ukraina. Adanya peran kelompok siloviki yang besar dalam struktur pemerintahan Rusia menjadi salah satu penyebab mengapa Rusia sangat mengedepankan upaya untuk mencapai Greater Russia tanpa menanggalkan kalkulasi ekonomi politik yang strategis.
This article examines the rationality of Russian foreign policy on responding Ukraine conflict. Russian intervention towards Ukraine, which was started in early 2014, has been such a controversy in the world politics for it is perceived as a violation of international law. Russias assertive actions in Ukraine is very much questionable, since it could possibly put Russia-EU energy trade cooperation at stake. As a rational actor, Russia chose to intervene Ukraine as it is the most effective way to assert its power in post-Soviet states. EUs extremely high dependency in Russian energy supply results in Russias choice of foreign policy. Russian energy market in Europe would remain as big as it is before even though the Ukraine conflict worsens Russia-EUs relations. This article also analyses the role of siloviki as decision makers in Russian political system.
Kata Kunci : Rusia, Ukraina, Uni Eropa, analisis pilihan rasional, perdagangan migas, Russia, Ukraine, EU, rational choice, energy trade