Laporkan Masalah

DINAMIKA TENAGA KERJA DAN AGLOMERASI INDUSTRI MANUFAKTUR DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2005 - 2015

MUHAMMAD IZZUDIN, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A.; Dr. Lutfi Muta'ali, M.T.

2018 | Tesis | S2 Kependudukan

Industri di Jawa Tengah mengalami peningkatan yang berdampak positif kepada peningkatan ekonomi daerah. Namun adanya konsentrasi spasial industri pada wilayah tertentu membuat kesenjangan pertumbuhan industri masih terjadi di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji struktur dan dinamika tenaga kerja industri manufaktur; (2) Mengkaji konsentrasi spasial kegiatan industri manufaktur; dan (3) Mengkaji faktor - faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektor industri. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan analisis berbasis data sekunder dalam rentang waktu 2005-2015. Data industri dalam penelitian ini adalah industri sedang dan besar. Variabel penelitian yang digunakan meliputi variabel tenaga kerja industri, jumlah perusahaan, PDRB, gaji, investasi, nilai output, ekspor impor, dan pajak. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah 35 kabupaten di Jawa Tengah. Teknik analisis yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian yaitu analisis deskriptif, analisis time series, analisis tipologi klassen, analisis indeks spesialisasi industri dan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) jumlah industri semakin turun terutama setelah tahun 2007 dari 6,9 persen menjadi 4,8 persen pada tahun 2015. Sedangkan tenaga kerja, upah, investasi, nilai output, PDRB, ekspor dan impor terus mengalami kenaikan sejak tahun 1995 - 2015; (2) konsentrasi spasial industri manufaktur di Jawa Tengah berada di 11 kabupaten yaitu Sukoharjo, Karanganyar, Kudus, Kabupaten dan Kota Semarang, Purbalingga, Salatiga, Tegal, Temanggung, Kabupaten dan Kota Pekalongan ; (3) Penyerapan tenaga kerja industri paling besar dipengaruhi oleh gaji tenaga kerja industri Kata kunci: industri, konsentrasi spasial, tenaga kerja.

The industries in Central Java are increasing in number that lead to improvement in regional economy. However, the spatial concentration of industry in few areas have been lead to growth in industry gap. This research aims to: (1) To examine the structure and dynamics of manufacturing industry labour; (2) To examine the spatial concentration of manufacturing industry activity; and (3) To assess factors that affecting industrial sector employment. This quantitative research used secondary data-based analysis between 2005-2015. Data used in this research are medium and large industry. Variables which used in this research include industrial labour variable, industrial quantity, GRDP, salary, investment, output value, import export, and tax. Analytical units used are 35 region in Central Java Province. Analytical techniques which used to achieve the research objectives are descriptive analysis, time series analysis, klassen typology analysis, industry index analysis and multiple linear regression. The results of this study are: (1) the number of industries decreased, especially after 2007 from 6.9 percent to 4.8 percent in 2015. While the number of labour, wages, investment, output value, GDP, exports and imports were increased steadily since 1995 - 2015; (2) the spatial concentration of manufacturing industry in Central Java located in 11 regions that are Sukoharjo, Karanganyar, Kudus, Semarang, Semarang City, Purbalingga, Salatiga, Tegal, Temanggung, Pekalongan and Pekalongan City; (3) Salary is the most important role in the absorption of industrial labour in Central Java. Keywords: industry, spatial concentration, labour

Kata Kunci : Kata kunci: industri, konsentrasi spasial, tenaga kerja.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.