ANALISIS POLA KOMUNIKASI PERSUASIF PADA KONSULTAN TAROT
DHEA RIZKY ARDINI,
2015 | Skripsi |Maraknya media yang mengekspos keberadaan kartu tarot membuat masyarakat dari segala lapisan tertarik mengenal tarot. Masih banyak orang mengganggap bahwa konsultasi tarot tidak lepas dari hal-hal mistis. Konsultasi dengan media tarot membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi, sama halnya dengan dalam dunia psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola komunikasi persuasi yang dilakukan oleh konsultan tarot kepada klien. Komunikasi persuasi merupakan teknik mempengaruhi manusia dengan memanfaatkan atau menggunakan data dan fakta. Dalam proses komunikatif persuasi perlu dilakukan secara sistematis dengan menggunakan formula AIDDA yang merupakan landasan dan kesatuan singkat dari tahapan komunikasi persuasi . Dalam formula ini terdiri dari A (attention) perhatian, I (Interest) minat, D (Desire) hasrat, D (Descision) keputusan, A (Action) kegiatan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsultan tarot yang terdiri dari 2 orang dan significant others yang bertindak sebagai klien yang terdiri dari 6 orang (4 klien wanita, 2 klien laki –laki). Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses persuasi dapat dijelaskan dalam formula AIDDA, namun perlu ada kajian lebih lanjut mengenai tahapan Action. Terdapat perbedaan pola komunikasi pada kedua konsultan tarot yang dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, dan pengalaman. Ditemukan hasil bahwa penggunaan kartu tarot sebagai penguat argumen konsultan agar klien percaya dengan konsultan. Faktor hambatan perlu diperhatikan dalam menilai efektifitas proses persuasi.
Kata Kunci :